Di bagian tempat pengemudi atau kusir Pegon terdapat ruang yang lebih luas dari pedati atau delman.
Baca Juga: Unik! Kisah Warung Tertinggi di Indonesia, Sehari Layani 300 Pelanggan dengan Suhu Ekstrem
Tentu saja bagian yang luas ini dimanfaatkan masyarakat zaman dulu untuk mengangkut pasir, batu bata, hingga hasil panen pertanian.
Tidak hanya itu, Pegon juga bisa digunakan untuk mengangkut orang atau kendaraan untuk mengangkut beberapa petani dari rumah ke ladang atau sebaliknya.
4) Masih banyak digunakan
Bukan hanaya digunakan pada masa lampau saja, Pegon juga masih eksis sampai saat ini.
Mungkin di wilayah pusat kota tak pernah ditemui kendaraan tradisional seperti Pegon.
Tapi, siapa sangka di beberapa desa di Jawa Timur mungkin saja masih menggunakannya sebagai pilihan untuk moda transportasi pengangkut barang.
Masyarakat pinggiran desa lebih memilih Pegon untuk kendaraan angkut barang, sebab lebih murah meriah, efisian, dan tanpa bahan bakar.
5) Festival tahunan Jember
Pegon menjadi kendaraan tradisional yang erat dengan masyarakat Jember hingga dijadikan sebagai festival budaya tahunan di kabupaten ini.
Masyarakat bersama Pemkab Jember konsisten menyelenggarakan Festival Pegon setiap tahunnya.
Pegon-Pegon yang dimiliki warga dihias seunik, semenarik, dan sekreatif mungkin sehingga terlihat cantik.