SketsaNusantara.id – Lebaran 2025 semakin marak, arus mudik mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Jember.
Bagi para perantau yang kembali ke kampung halaman, selain berkumpul dengan keluarga, wisata kuliner khas daerah menjadi agenda yang tak boleh dilewatkan.
Salah satu tempat makan yang selalu jadi incaran pemudik di Jember adalah warung soto ayam kaki lima yang telah melegenda, Soto Ayam Kampung Pak Mamat.
Berdiri sejak tahun 1998, Soto Ayam Kampung Pak Mamat tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern.
Kini, warung ini menetap di Jalan Sultan Agung, tepatnya di pertigaan sebelum pos polisi. Meski hanya warung kaki lima di pinggir gang, kelezatan sotonya telah dikenal luas oleh warga lokal maupun pendatang.
Tradisi pulang kampung tidak hanya soal silaturahmi, tetapi juga nostalgia terhadap cita rasa khas daerah asal.
Tak heran, Soto Ayam Kampung Pak Mamat menjadi salah satu tempat yang dipadati pemudik saat libur Lebaran.
Banyak yang merindukan rasa kuah sotonya yang kaya rempah, disajikan dengan irisan ayam kampung yang melimpah. Ditambah dengan sentuhan perasan jeruk nipis, rasa gurihnya semakin nikmat.
“Saya tiap tahun mudik ke Jember, dan setiap Lebaran pasti ke sini buat sarapan. Rasanya tetap sama sejak dulu, enak banget,” ujar Farhan, salah satu pemudik dari Jakarta, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @kuliner_jember.
Warung ini buka dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, sehingga cocok untuk sarapan dan makan siang. Dengan harga Rp 15.000 per porsi, pelanggan sudah bisa menikmati seporsi soto ayam dengan nasi yang mengenyangkan.
Salah satu keunikan Soto Ayam Kampung Pak Mamat adalah pilihan topping yang beragam. Selain irisan ayam kampung, soto ini bisa disajikan dengan tambahan telur rebus, tomat, hingga sate usus sebagai pelengkap. Bagi yang ingin menikmati sensasi kriuk, tersedia kerupuk yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.