SketsaNusantara.id- Mengenal makna di balik tradisi Lebaran Ketupat yang marak digelar di wilayah Pulau Jawa.
Lebaran Ketupat merupakan sebuah acara atau tradisi yang dilaksanakan pada penghujung Idul Fitri.
Biasanya umat muslim akan melaksanakannya pada 8 Syawal atau sepekan setelah perayaan Idul Fitri.
Sehingga umat muslim khususnya di Pulau Jawa memiliki dua kali perayaan lebaran. Yakni Idul Fitri hingga Lebaran Ketupat.
Ketika ba'da Kupat atau jelang Lebaran Ketupat. Hampir setiap rumah di Pulau Jawa terlihat menganyam daun kelapa.
Daun tersebut dibentuk ketupat yang akan dimasak kembali dan dibagikan kepada tetangga atau kerabat terdekat.
Baca Juga: 10 Ucapan Marhaban Ya Ramadhan 2025 yang Penuh Makna dan Doa, Cocok untuk Story WA atau Instagram
Siapa sangka bahwa pencetus dari adanya tradisi ini adalah seorang wali yang terkenal di Pulau Jawa.
Ia adalah Sunan Kalijaga, saat itu membawa ajaran puasa 6 hari pada bulan Syawal kepada umat muslim.
Sunan Kalijaga membawa tradisi Lebaran Ketupat ini juga sebagai metode dalam berdakwah kepada masyarakat Pulau Jawa.
Sehingga tradisi ini sudah turun-menurun bahkan sejak abad ke-15 dan dipertahankan sampai sekarang.
Ketahuilah bahwa tradisi masyarakat Pulau Jawa tersebut memiliki makna yang begitu baik dan berarti.