Sabtu, 4 Juli 2026

Jejak Kerajaan Singasari di Malang, Bisa Bikin Awet Muda? Terbongkar Sederet Mitos yang Tersembunyi di Balik Candi

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Jumat, 4 Oktober 2024 | 21:00 WIB
Candi peninggalan Kerajaan Singasari di Malang.  (YouTube Arafat Kiki)
Candi peninggalan Kerajaan Singasari di Malang. (YouTube Arafat Kiki)

SketsaNusantara.id- Menjelajah Malang dengan segala jejak sejarahnya. Salah satunya adalah peninggalan Kerajaan Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari tersebut berupa candi. Biasa dikenal dengan sebutan Candi Sumberawan. 

Ternyata candi ini menyimpan sederet keunikan yang sampai sekarang bahkan tak jarang masih menjadi misteri. 

Baca Juga: Fungsi Pendirian Candi Penampihan Sejak Era Kerajaan Mataram Kuno, Konon Saat Diresmikan Digelar Acara Ini...

Candi ini pertama kali ditemukan dalam keadaan rusak. Namun pada tahu 1937, Belanda memperbaikinya. 

Uniknya, bangunan peninggalan Kerajaan Singasari di Malang ini berdiri di atas sumber air. Sampai saat ini, bangunan tersebut juga masih dimanfaatkan. 

Sehingga tidak hanya menjadi peninggalan yang menyisakan cerita. Namun candi itu berguna untuk berbagai kalangan umat beragama dalam mengadakan acara penting. 

Baca Juga: Mengenal Candi Kidal di Malang, Peninggalan Kerajaan Singosari yang Dibangun untuk Penghormatan atas Jasa Besar Anusapati

Biasanya tempat tersebut digunakan untuk upacara keagamaan mulai dari Hindu, Buddha, Nasrani hingga Kejawen. 

Adapun warga kalangan Hindu biasanya melakukan upacara di wilayah candi. Lain dengan Hindu yang lebih mengambil sumber air di sana untuk kepentingannya. 

Begitu juga dengan kaum Nasrani yang sekitar Komplek Candi Sumberawan untuk kepentingan tangan Baptis. 

Baca Juga: 3 Keistimewaan Ken Dedes, Ratu Pertama Kerajaan Singasari yang Terkenal Sebagai Ibu Para Raja Jawa

Untuk penganut Kejawen, biasanya lingkungan candi tersebut digunakan untuk mengadakan upacara bulan Suro. 

Lebih lanjut, sekitar candi tersebut memiliki dua mata air yang dipandang cukup misterius dan dekat dengan mitos. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Jejak Alam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X