Kamis, 4 Juni 2026

Liburan ke Jepang Tanpa Paspor? Wisata di Pati Hadirkan Sakura, Kimono, dan Sentuhan Kejawen yang Memikat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 13 Mei 2025 | 08:00 WIB
Yutaka Farm, konsep wisata Jepang dan kejawen yang berada di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Instagram/yutaka_farm)
Yutaka Farm, konsep wisata Jepang dan kejawen yang berada di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Instagram/yutaka_farm)

SketsaNusantara.id - Tak perlu terbang ke Tokyo atau Kyoto untuk menikmati keindahan Jepang. Cukup ke desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

Di sana, berdiri Yutaka Farm, kebun bibit yang diubah menjadi destinasi wisata bernuansa Jepang. Dari bunga sakura hingga kimono asli, semuanya ada.

Tempat ini tak sekadar menghadirkan sensasi visual, tapi juga pengalaman budaya yang unik. Bahkan unsur Kejawen pun tetap dirawat di dalamnya.

Baca Juga: Unik! Beda dari Palembang Apalagi Bangka, Inilah Empek-Empek Khas Pati yang Punya Cita Rasa Tersendiri dan Murah Meriah

Jumlah pengunjung mencapai ratusan orang, apalagi saat akhir pekan. Banyak yang datang hanya untuk swafoto, ada juga yang membeli bibit tanaman.

Dilansir SketsaNusantara.id, dari Patikab.go.id, Yutaka Farm bukan sekadar kebun bibit biasa. Di tangan kreatif Andi Lestari Budiharso, lahan pertanian di desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, menjelma menjadi destinasi wisata tematik bernuansa Jepang.

Pengalamannya yang aktif di OISCA Pati, sebuah organisasi lingkungan berbasis di Jepang, telah menginspirasinya mendirikan tempat wisata tersebut.

Baca Juga: Liburan Asyik Cuma 15 KM Setelah Pusat Kota Pati, Surga Alam Tersembunyi Bisa Jadi Pelarian Sempurna dari Kebisingan

Di area ini, pengunjung akan menemukan elemen-elemen khas Jepang seperti bunga sakura, tulisan kanji, alat musik tradisional, samurai, payung khas Jepang, hingga kimono yang dibawa langsung dari Negeri Sakura. Kimono tersebut dibeli melalui para pemuda pesisir Pati yang magang di Jepang.

Namun, Andi tak berhenti pada nuansa Jepang saja. Ia juga memasukkan unsur Kejawen agar akar budaya lokal tak hilang.

Sentuhan budaya Jawa hadir lewat ornamen, filosofi pengelolaan, dan suasana spiritual yang kental di beberapa sudut kebun.

Baca Juga: VIRAL! Desa di Pati ini Hanya Dihuni 4 Rumah Saja, Seluruh Warganya Pergi Karena...

Yutaka Farm dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pada hari biasa, pengunjung bisa mencapai 100 orang.

Saat akhir pekan atau hari libur, jumlahnya melonjak hingga lebih dari 300 pengunjung.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Patikab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X