Ia masuk dalam tim terbaik Serie A selama empat tahun berturut-turut dan menjadi pemain yang diidolakan banyak penggemar. Namun, setelah pindah ke Inter Milan pada 2018, kariernya mulai meredup.
Nainggolan akhirnya kembali ke Belgia untuk membela Royal Antwerp sebelum melanjutkan kariernya di Bhayangkara FC di Liga 1 Indonesia pada musim 2023/2024. Meski kehadirannya di Indonesia disambut antusias, performa tim tidak sesuai ekspektasi hingga terdegradasi dari Liga 1.
Nainggolan juga menjadi bagian penting dari tim nasional Belgia, mencatatkan 30 penampilan dan enam gol. Salah satu momen terbaiknya adalah saat tampil di Euro 2016, di mana ia menunjukkan performa impresif. Namun, hubungannya dengan timnas kerap diwarnai kontroversi, termasuk keputusan pensiun dini karena konflik dengan pelatih.
Selain prestasi, Nainggolan dikenal dengan kehidupan pribadinya yang penuh kontroversi. Kebiasaannya berpesta dan gaya hidupnya sering menjadi sorotan media.
Penangkapannya oleh polisi Belgia pada Januari 2025 menjadi salah satu insiden terbaru yang menambah daftar panjang persoalan di luar lapangan.
Meski demikian, Radja Nainggolan tetap dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Belgia. Dengan darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya, Nainggolan menjadi simbol perjuangan dan kerja keras di dunia sepak bola, meski perjalanan hidupnya tak lepas dari kontroversi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini