Kamis, 4 Juni 2026

Melihat Lebih Dekat Sosok Radja Nainggolan, Gelandang Berdarah Indonesia dengan Karier Cemerlang yang Tersandung Kasus Penyelundupan Narkoba

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 28 Januari 2025 | 18:00 WIB
Sosok Radja Nainggolan, gelandang keturunan Indonesia-Belgia yang tersangkut kasus penyelundupan narkoba (Instagram.com/@radja_nainggolan_l4)
Sosok Radja Nainggolan, gelandang keturunan Indonesia-Belgia yang tersangkut kasus penyelundupan narkoba (Instagram.com/@radja_nainggolan_l4)

SketsaNusantara.id – Nama Radja Nainggolan kembali menjadi pembicaraan publik setelah kabar penangkapannya oleh kepolisian Belgia mencuat pada akhir Januari 2025.

Gelandang berdarah Indonesia-Belgia ini ditangkap dalam operasi besar yang melibatkan 30 penggeledahan di berbagai lokasi. Kejadian ini menjadi babak terbaru dalam perjalanan hidupnya yang penuh warna, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kantor Kejaksaan Umum Brussels mengonfirmasi keterlibatan Nainggolan dalam penggeledahan dan penyelendupan narkoba tersebut pada Senin 27 Januari 2025.

Baca Juga: Profil Radja Nainggolan, Eks Pemain Inter Milan Berdarah Indonesia yang Tersandung Kasus Penyelundupan Narkoba, Keturunan Batak?

Meski detail kasus belum sepenuhnya terungkap, kabar ini menambah daftar panjang lika-liku perjalanan sang pemain yang sebelumnya dikenal dengan karier gemilangnya di sepak bola Eropa.

Dilansir SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, inilah profil Radja Nainggolan, gelandang kontroversial berdarah Indonesia-Belgia yang tersangkut kasus penyelundupan narkoba di Brussel

Radja Nainggolan lahir di Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988. Ia adalah putra dari pasangan ayah berdarah Indonesia asal Medan dan ibu asli Belgia.

Nainggolan kecil tumbuh di lingkungan yang sederhana di Antwerp dan menunjukkan bakat luar biasa di bidang sepak bola sejak usia dini.

Baca Juga: 2 Pesan Terakhir Shin Tae-yong Sebelum Kembali ke Korea Selatan, Minta Pemain Timnas untuk...

Karier profesionalnya dimulai di klub lokal Germinal Beerschot sebelum ia pindah ke Italia pada usia 16 tahun untuk bergabung dengan akademi Piacenza.

Debut profesionalnya bersama Piacenza pada 2006 menjadi awal dari perjalanan panjang yang membawanya ke puncak karier di Serie A.

Tahun 2010 menjadi titik balik bagi Nainggolan saat ia bergabung dengan Cagliari. Gaya bermainnya yang agresif, kemampuan bertahan, dan visi bermain yang luar biasa membuatnya menjadi salah satu gelandang terbaik di Italia. Performa gemilang bersama Cagliari membuat AS Roma merekrutnya pada 2014.

Baca Juga: Banjir Pujian! Erspo Resmi Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Terinspirasi dari Relief Garuda dan Bunga Edelweiss

Bersama Roma, Nainggolan mencapai puncak kariernya. Selama empat musim, ia menjadi pilar lini tengah dan membantu klub bersaing di Serie A dan kompetisi Eropa.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X