sports

Ferry Irwandi Sindir Keras Performa Timnas Indonesia Usai Gagal di Kualifikasi Piala Dunia: Pelatih Itu Builder, Bukan Brand Ambassador

Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Ferry Irwandi kritik keras kegagalan Timnas Indonesia. (Instagram/irwandiferry)

Ia kemudian menyinggung keberhasilan Timnas U-23 Indonesia di AFC U-23 2024, di mana mayoritas pemainnya merupakan pemain lokal dan berhasil menembus semifinal.

Baca Juga: Netizen Ungkit Komentar Anak Shin Tae-yong Usai Timnas Gagal Maju ke Piala Dunia 2026: Indonesia Kena Karma

“AFC U-23 kemarin bukti sahihnya, mayoritas pemain lokal, tapi dengan fundamental tim yang bener, taktik yang bener, bisa melaju sampai 4 besar.”

Ferry pun menilai, seharusnya federasi kini fokus memperbaiki sistem secara jangka menengah dan panjang, bukan reaktif dan instan.

“Makanya waktu yang ada, harusnya federasi berbenah untuk proyek jangka menengah dan panjang. Gak perlu sistem kebut semalam,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Netizen Curhat hingga Ucapkan Terima Kasih ke Shin Tae-yong: Sejak Kau Pergi...

Dalam unggahan lain, Ferry memberikan kritik tajam terhadap pelatih Patrick Kluivert yang dianggap belum memberikan perubahan signifikan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia.

“Pelatih itu builder, bukan brand ambassador,” tulis Ferry dengan latar hitam pekat, menandakan nada yang serius.

Ia juga menyoroti performa lini serang Timnas yang dianggap tumpul.

“6 pertandingan, cuma 2 gol dari open play, kebobolan 15 gol,” tulis Ferry, menyoroti lemahnya efektivitas permainan.

Meski Patrick Kluivert sering meminta publik untuk “trust the process”, Ferry menilai bahwa proses tersebut harus disertai hasil yang konkret dan arah yang jelas.

“Trust the process? Aman kita percaya sama proses, tapi bukan proses yang dimulai oleh PK juga,” tambahnya, menyinggung ketidakpuasan terhadap hasil yang dicapai sejauh ini.

Lebih lanjut, Ferry menyarankan agar federasi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelatih dan sistem pembinaan pemain. Ia menyebut bahwa jika ingin serius membangun proyek menuju 2030, langkah tegas harus segera diambil.

“Kalau mau komit, ya pecat segera PK, bangun skuad dari awal menuju 2030, perbaiki liga, cari pelatih yang tepat,” tulis Ferry.

Ia juga menyinggung alasan yang sering diungkap oleh federasi terkait waktu yang terbatas dan proses jangka panjang, yang menurutnya kini tak bisa lagi dijadikan pembenaran.

Halaman:

Tags

Terkini