Ia menambahkan bahwa sulit menilai performa pemain jika tidak ada sistem yang jelas untuk dijalankan.
“Kita gak tahu nih yang dikehendaki sistemnya sepak bola seperti apa, berusaha kontrol bola kah, transisi cepatkah? Bener-bener gak paham,” lanjutnya.
Ferry juga menekankan bahwa evaluasi terhadap pemain hanya bisa dilakukan jika sistem sudah berjalan dengan baik.
“Kita bisa review pemain kalau mereka gak bisa jalanin perannya supaya sistem jalan, lah ini sistemnya apa?” ujarnya menutup unggahan tersebut.
Meski kritiknya terdengar tajam, Ferry Irwandi menegaskan bahwa semua pendapatnya lahir dari rasa cinta terhadap tim nasional.
“Mari menggertuu dan berkeluh kesah bersama. Dear @timnasindonesia, tolong banget, maksimalkan semua asa yang tersisa dan tersedia, kami mau mendengar Indonesia Raya di panggung Piala Dunia,” tulis Ferry dalam caption unggahannya.
Kalimat ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan dorongan agar tim nasional bisa segera berbenah.
Ferry juga mengingatkan bahwa dengan analisis dan evaluasi yang tepat, peluang untuk memperbaiki diri di laga-laga berikutnya masih terbuka.
Banyak netizen yang sepakat dengan analisisnya, bahkan sebagian menyebut bahwa Ferry mampu memberikan pandangan yang lebih objektif dibanding komentar-komentar emosional di media sosial.
Analisis taktisnya dianggap membantu publik memahami masalah timnas dari sisi yang lebih mendalam, bukan sekadar soal menang atau kalah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!