SketsaNusantara.id - Bek muda Tim Geypens menjadi sorotan setelah kabar mengejutkan datang dari klubnya, FC Emmens.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @forzafcemmen, dijelaskan bahwa pemain keturunan Indonesia tersebut tidak akan memperkuat Timnas Indonesia U-23 meski sebelumnya masuk dalam daftar panggilan pelatih Indra Sjafri.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan hasil diskusi bersama pihak klub demi fokus penuh pada menit bermain di level kompetisi Eropa.
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir Panaskan Semangat Garuda dengan Pesan Khusus
“Tim Geypens zal niet uitkomen voor het Onder-23 elftal van Indonesië, ondanks dat hij was opgeroepen. De verdediger en de club hebben ervoor gekozen de focus volledig te leggen op speeltijd bij FC Emmen,” tulis akun Instagram @forzafcemmen yang dilansir SketsaNusantara.id.
Jika diterjemahkan, kalimat tersebut berarti, “Tim Geypens tidak akan tampil untuk skuad U-23 Indonesia meskipun telah dipanggil. Bek dan klub tersebut telah memilih untuk fokus sepenuhnya pada menit bermain di FC Emmen.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa klub dan pemain telah sepakat untuk mengutamakan pengembangan karier Geypens di Eropa, ketimbang mengambil risiko kehilangan kesempatan bermain reguler.
Berdasarkan keterangan lebih lanjut, seandainya Geypens menerima panggilan Timnas Indonesia U-23, ia seharusnya tampil dalam satu laga uji coba melawan India serta bergabung dalam pemusatan latihan yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 13 Oktober 2025.
Periode tersebut bertepatan dengan agenda klub yang juga membutuhkan kehadirannya untuk menjaga ritme permainan dan menambah menit bermain di kompetisi reguler.
Pilihan untuk tetap bertahan di klub dengan alasan pengembangan karier membuat pihak FC Emmen menilai bahwa langkah ini lebih tepat demi masa depan sang pemain.
Kesempatan tampil reguler di level klub profesional diyakini akan berpengaruh besar terhadap progres kariernya sebagai pesepak bola muda.
Dalam unggahannya, @forzafcemmen secara tegas menyoroti aspek menit bermain sebagai alasan utama. Bagi seorang pemain muda yang sedang membangun karier di Eropa, mendapatkan kesempatan tampil secara konsisten dianggap jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti pemanggilan tim nasional yang tidak masuk kalender resmi FIFA.
Artikel Terkait
MotoGP Mandalika 2025 Siap Digelar 3-5 Oktober 2025, Menpora Erick Thohir Jadikan Momen Sport Tourism Bekerjasama Dengan Danantara
Marc Marquez Dipastikan Hadir di Sirkuit Mandalika, Siap Rayakan Juara Dunia MotoGP 2025, Penyelenggara Siapkan Tantangan Buatnya
Valentino Rossi Bersalaman Dengan Menpora Erick Thohir Jelang MotoGP Mandalika, Warganet: Kalau Salaman Tandanya Apa Guys?
Bertemu Prabowo Subianto, Juara Dunia MotoGP 2025 Marc Marquez Puji Mandalika sebagai Sirkuit Terbaik
Ivar Jenner Masuk Daftar TC Timnas U-23 Jelang SEA Games 2025, PSSI Resmi Tunjuk Indra Sjafri Sebagai Pelatih
Oktober Full Timnas! Jadwal Super Sibuk Garuda Mulai dari Kualifikasi Piala Dunia, Piala Asia U-17, Hingga Pertandingan Esports