SketsaNusantara.id - Mantan jurnalis olahraga dan komentator sepak bola kawakan, Tommy Welly atau yang lebih dikenal dengan nama Bung Towel, kembali menyampaikan pandangannya terhadap perjalanan Timnas Indonesia U-23 dalam ajang Piala ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025.
Lewat kanal YouTube pribadinya Gocek Bung Towel, ia mengulas tiga laga penyisihan grup yang sukses membawa tim Garuda Muda melaju ke semifinal.
"Saya hanya memberikan catatan bahwa ada hal-hal positif yang mungkin bisa digunakan untuk kepentingan tim nasional senior menjelang ronde keempat," ujarnya, membuka pembahasan, dilansir SketsaNusantara.id dari Kanal Youtube Gocek Bung Towel.
Bung Towel menyoroti pendekatan permainan yang diterapkan pelatih Gerald Vanenburg yang dinilai cukup progresif dan modern.
Menurutnya, tim U-23 Indonesia berani tampil dengan inisiatif permainan, pressing tinggi di area lawan, serta kontrol bola yang terjaga. Namun, ia juga mencatat kelemahan utama tim, yakni pada aspek finalisasi.
"Finalisasi itu finalization adalah sepertiga di pertahanan lawan. Jadi aspek itu yang mungkin masih perlu diperbaiki. Misalnya soal apa? Finishing-nya. Karena sekian banyak upaya, tekanan, peluang, tapi finishingnya belum ada yang menghasilkan.," jelasnya.
Dalam analisanya, Bung Towel mengapresiasi keberanian Gerald Vanenburg yang tak sekadar memilih pemain bertipe fisikal, melainkan lebih mengutamakan pemain dengan kemampuan membaca permainan dan kontrol bola yang baik.
Ia mencontohkan duet Kadek Arel dan Kakang Rudianto di jantung pertahanan yang menurutnya lebih unggul dalam penguasaan bola dan membaca permainan dibanding sosok Ferrari yang bertipe fisikal.
Contoh lain yang ia angkat adalah posisi bek kanan, di mana Alfharezzi Buffon yang dikenal kuat dan ngotot, akhirnya diganti Ahmad Maulana karena tipenya lebih tenang dan memiliki penguasaan bola yang lebih baik.
Baca Juga: Meski Cedera dan Absen di Kualifikasi, Ole Romeny Tetap Masuk Nominasi Pemain Terfavorit Asia
Meskipun kerap menjadi sasaran kritik netizen, Bung Towel menilai Arkan Fikri memiliki visi permainan dan teknik yang luar biasa. Ia bahkan menyebut pujian langsung dari Gerald Vanenburg terhadap Arkan sebagai validasi.
"Kalau yang muji Gerald Vanenburg, kan enggak bisa dianggap kaleng-kaleng dong," ucapnya tegas.