Kamis, 4 Juni 2026

Hujan Kartu Kuning Iringi Adu Gengsi Indonesia vs Malaysia, Garuda Muda ke Semifinal ASEAN U-23 Championship 2025 Meski Gagal Menang

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 22 Juli 2025 | 08:30 WIB
Tangkapan layar ketika Dony Tri Pamungkas mengamankan bola yang akan direbut pemain Malaysia. (X.com/satriabajayyy)
Tangkapan layar ketika Dony Tri Pamungkas mengamankan bola yang akan direbut pemain Malaysia. (X.com/satriabajayyy)

 

SketsaNusantara.id - Laga panas tersaji dalam duel antara Timnas Indonesia U-23 dan Malaysia U-23 pada ajang ASEAN U-23 Championship 2025.

Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno berlangsung penuh tensi, namun tanpa gol. Skor akhir 0-0 tidak mencerminkan serunya laga yang diwarnai jual beli serangan serta tingginya tensi permainan.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari tayangan resmi pertandingan, kedua tim menampilkan permainan cepat dan keras. Indonesia unggul dalam penguasaan bola dengan 67% berbanding 33% milik Malaysia.

Baca Juga: Menang Tipis Lawan Filipina di ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025, Timnas Indonesia Dikritik karena Lini Depan Masih Tumpul

Dalam hal percobaan mencetak gol, Indonesia mencatatkan 11 tembakan dengan 3 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Malaysia hanya melepaskan 10 tembakan dan 1 tembakan mengarah ke gawang.

Alih-alih banjir gol, laga ini justru dihiasi oleh hujan kartu kuning. Wasit mengeluarkan total 7 kartu kuning, dengan rincian 4 kartu untuk pemain Indonesia dan 3 kartu untuk Malaysia. Jumlah pelanggaran pun mencapai 26 pelanggaran, menggambarkan kerasnya pertandingan malam itu.

Baca Juga: Operasi Berjalan Lancar, Ole Romeny Tetap Terancam Absen Bela Timnas di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pertandingan ini bukan hanya tentang duel gengsi antara dua negara serumpun, tetapi juga memperlihatkan intensitas tinggi yang menguji fisik dan mental para pemain.

Meski kedua tim memiliki peluang, tidak satu pun yang berhasil mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.

Berdasarkan data statistik pertandingan, Indonesia tampil lebih mendominasi di hampir semua lini. Selain penguasaan bola, skuad Garuda Muda juga mencatatkan akurasi umpan lebih tinggi (89% vs 74%), serta mengalirkan dua kali lebih banyak umpan (492 vs 226). Meski demikian, dominasi tersebut tidak berujung pada gol.

Dua pertandingan terakhir menjadi sorotan karena ketumpulan lini depan Indonesia. Dalam laga sebelumnya melawan Filipina, satu-satunya gol kemenangan datang dari bunuh diri pemain lawan. Dalam laga ini, peluang demi peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan.

Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah lemparan jauh Robi Darwis di penghujung babak pertama. Bola muntahan yang mengarah ke Dony Pamungkas tidak berhasil dikonversi menjadi gol karena dieksekusi dengan kaki kanan yang bukan kaki terkuatnya.

Harapan publik kepada Jens Raven untuk tampil ganas belum terwujud. Pada menit ke-57, umpan matang dari Ahmad Maulana gagal dimanfaatkan Raven menjadi gol. Tendangan jarak jauh Robi Darwis di menit 72 pun belum menemui sasaran.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X