SketsaNusantara.id - Pertandingan final Liga 1 antara Persib Bandung dan Persis Solo pada 24 Mei 2025 lalu menyisakan noda di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Hal ini dikarenakan oleh tingkah suporter Persib, yang dikenal dengan sebutan Bobotoh, merusak beberapa bagian stadion GBLA.
Sebagai informasi, stadion terbesar di Jawa Barat tersebut dilaporkan menelan biaya fantastis dalam pembangunannya serta area lapangan bola dipastikan mengikuti standar FIFA.
Baca Juga: Jelang Laga Lawan China di GBK, PSSI Minta Suporter Indonesia untuk Jaga Kandang Garuda
Sementara itu, hak milik Stadion GBLA adalah atas nama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung. Namun pengelola utamanya dipercayakan kepada PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Persib, Tobias Ginanjar selaku Ketua Viking Persib menyampaikan permintaan maaf atas nama Bobotoh.
Ia menjelaskan bahwa perilaku Bobotoh merupakan bentuk selebrasi yang wajar dalam dunia sepak bola internasional.
Baca Juga: Kalah Lawan Juventus dan Degradasi ke Serie B, Jay Idzes Tulis Pesan untuk Pendukung Venezia
Meskipun begitu ia menyadari bahwa perilaku tersebut tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Perilaku yang dimaksudkan adalah mengambil rumput dari lapangan.
"Jadi kejadian kemarin banyak pergunjingan dan banyak yang marah. Saya sepakat memamg kultur seperti itu belum siap di sini," ungkap Tobias.
Menurutnya, bentuk selebrasi demikian merupakan cara pecinta Persib mengabadikan kenangan dan momen juara dari tim yang didukung.
Disamping itu, Tobias juga turut bertanggung jawab dalam kerja sama memperbaiki kerusakan fasilitas yang disebabkan oleh ulah Bobotoh.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, mewakili Viking Persib Club, ia menyerahkan dana awal senilai 33 juta ruliah untuk memperbaiki bagian rumput hijau di lapangan.