"Kami minta maaf sebesar-besarnya untuk tim Persik Kediri atas kejadian setelah pertandingan saat menuju Hotel di daerah menuju Kepanjen, Kabupaten Malang," tulis akun @AremafcOfficial.
"Sudah semestinya kita jaga harmoni kekeluargaan dari dalam hingga luar lapangan," tandasnya.
Melalui video yang diunggah hari Minggu, 11 Mei 2025 di akun resmi Arema FC Malang, pihaknya menyebut telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kepulangan tim ke Kediri berjalan aman.
5. Netizen Lapor ke Ketum PSSI
Insiden ini juga mengundang kekecewaan besar dari berbagai pihak. Sejumlah warganet dan pengamat sepak bola Indonesia bahkan ikut melaporkan kejadian ini kepada Ketua PSSI, Erick Thohir.
Erick Thohir sebelumnya pernah memperingatkan bahwa BRI Liga 1 bisa dihentikan jika kerusuhan suporter kembali terjadi, mengingat pada tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada tahun 2022 lalu.
Netizen juga menyayangkan suporter yang masih belum bisa belajar dari peristiwa masa lalu. Pelemparan batu ini seolah menjadi bukti bahwa budaya kekerasan di sepak bola Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang belum rampung.
Kejadian ini membuka luka lama terkait tragedi Kanjuruhan 2022. Sebanyak 135 nyawa melayang akibat kepanikan massa setelah terjadi kerusuhan di stadion hingga berujung pada penggunaan gas air mata oleh polisi.
Stadion Kanjuruhan baru saja direnovasi sesuai standar FIFA dan diresmikan kembali pada Maret 2025.
Kembalinya Arema FC bisa bermain di rumah sendiri seharusnya menjadi simbol pemulihan, tetapi aksi pelemparan batu ini justru menambah catatan kelam di Kanjuruhan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini