SketsaNusantara.id - Stadion Kanjuruhan yang berada di Malang, Jawa Timur kembali menjadi sorotan publik setelah insiden memalukan terjadi pada Minggu, 11 Mei 2025.
Dalam lanjutan pertandingan BRI Liga 1 musim 2024/2025, Arema FC menjamu Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan yang baru saja direnovasi.
Namun, euforia kembalinya Arema ke kandang mereka usai tragedi 2022 ternoda oleh aksi tidak terpuji oknum suporter Arema FC, yang melempari bus Persik Kediri dengan batu setelah pertandingan berakhir.
"Stadion Kanjuruhan kembali digunakan, meski sempat banyak yang tak setuju. Persik Kediri away ke Malang, sehari sebelum pertandingan, pihak Persik memanjatkan doa untuk para korban tragedi Kanjuruhan," komentar akun @FaktaSepakBola yang diunggah hari Minggu, 11 Mei 2025.
"Ketika pertandingan, Persik menang 3-0 atas Arema. Saat pulang dari stadion, bus Persik malah ditimpukkin suporter sampai kaca pecah, dari tragedi Kanjuruhan mereka tidak pernah belajar!" pungkasnya.
Insiden ini memicu kritik keras publik hingga membuat Kanjuruhan kembali trending di X (dulu Twitter).
Dihimpun SketsaNusantara.id dari akun @panditfootball dan berbagai sumber, berikut sederet fakta terkait peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan yang dikabarkan membuat sejumlah kru Persik Kediri terluka.
1. Persik Kediri Menang Telak, Suporter Arema Kecewa
Pertandingan antara Arema FC dan Persik Kediri berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan tim tamu. Selama pertandingan, Persik Kediri, yang dikenal sebagai Macan Putih, tampil dominan di lapangan.
Sehari sebelum laga, Persik Kediri bahkan menggelar doa bersama di Gate 13 Stadion Kanjuruhan untuk mengenang korban tragedi Kanjuruhan 2022, seperti yang diunggah akun Instagram resmi @persikfcofficial.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan harapan untuk sepak bola tanpa kekerasan. Namun, kemenangan telak Persik justru memicu kekecewaan sebagian suporter Arema, yang dikenal sebagai Aremania.