Dugaan penggunaan buzzer oleh Shin Tae Yong ini pun mengundang beragam tanggapan dan seketika jadi sorotan publik.
Pernyataan founder Football Institute pun menuai pro kontra. Nama Budi Setiawan pun seketika jadii trending di X (dulu Twitter) dan ramai jadi perbincangan hangat netizen di medsos.
Banyak warganet yang menyayangkan Shin Tae Yong lagi-lagi dituduh menggunakan buzzer apalagi mantan pemain timnas Korea Selatan itu kini sudah balik ke negara asalnya.
Beberapa netizen menyebut cuitan yang menggaungkan dukungan untuk STY merupakan "buzzer tanpa bayaran", mengingat jasa-jasanya yang begitu besar bagi sepak bola Indonesia mencetak prestasi membanggakan hingga masuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan logika penggunaan buzzer oleh Shin Tae Yong, terutama mengingat jasa dan prestasi yang pernah dicetaknya bersama Timnas Indonesia, termasuk keberhasilannya membawa Garuda tampil kompetitif hingga memasuki kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sejumlah netizen menyatakan keheranan dengan tudingan tersebut, mengingat Shin Tae Yong dianggap tidak memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang memadai untuk mengatur kampanye dukungan melalui media sosial.
Di sisi lain, terdapat juga pendapat yang menentang penggunaan buzzer sebagai alat kampanye. Sejumlah netizen mengungkapkan bahwa tagar #STYstay hanyalah wujud dukungan spontan dari para penggemar yang merasa terinspirasi oleh kiprah Shin Tae Yong selama memimpin Timnas.
"Kasian banget STY masih aja diseret-seret, katanya dituduh pake buzzer buat kepentingan dia sendiri, lagian gimana cara sewa buzzer kira-kira? Kan STY gabisa bahasa indo," komentar salah satu warganet.
"STY sudah pulang ke negaranya masih juga di bahas, kaya gak ada kerjaan yang lain aja, masih juga dinyinyirin, mending pikirin gimana utang kompensasi? udah lunas belum? jangan malu-maluin STY udah pulang ke Korea tapi belum dibayar PSSI," imbuh netizen lainnya.
"Lha saya juga sering ngetwit pake tagar #STYStay berarti aku termasuk Buzzer ya? Free pula gak ada yang bayarin wkwk. Ada masalah apa sih, STY udah segitunya cetak prestasi buat Timnas masih aja dijelek-jelekin," protes salah satu netizen.
Di tengah gejolak perdebatan ini, PSSI sendiri telah mengambil langkah tegas dengan memecat Shin Tae Yong pada 6 Januari 2025.
Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan teknis terkait kepemimpinan dan pengelolaan timnas yang dinilai kurang optimal, salah satunya disebabkan masalah komunikasi karena STY tak lancar berbahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Out? Menebak Calon Pengganti STY Sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Nama Erick Thohir Berperan Besar?
Protes Berjamaah, Netizen Pertanyakan Keputusan Erick Thohir Pecat Shin Tae-yong: Exco yang Bobrok, STY yang Diganti
Unggah Foto Buram Bersama Shin Tae-yong, Teuku Wisnu Ungkap Kesedihan Soal Pemecatan STY: Senyum Tapi...
Waduh! Belum Resmi Jadi Pelatih Timnas, Tagar Patrick Kluivert Out Bergema di Media Sosial, Tidak Sebagus STY?
Baca Postingan Pemain Timnas, Mamat Alkatiri Pertanyakan Alasan Erick Thohir Pecat Shin Tae-yong: Nggak Sepakat dengan STY siapa?