SketsaNusantara.id - Timnas Indonesia U-19 berhasil mengamankan kemenangan kedua, saat bertemu dengan Kamboja dalam babak penyisihan Grup A ASEAN U-19 Boys Championship.
Anak asuh Indra Sjafri berhasil mencetak dua gol ke gawang Kamboja, oleh Kadek Arel dan Iqbal Gwijangge.
Meskipun Garuda Muda berhasil mengamankan 3 poin, tetapi pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri mengaku sulit membongkar pertahanan lawan.
Ia menilai, gaya permainan Kamboja bermain dengan bertahan dan menumpuk hampir separuh pemain mereka di lini belakang.
“Kami sangat senang dan memberikan apresiasi kepada pemain, meskipun mereka harus susah payah membongkar pertahanan lawan,” ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari laman PSSI.
Dengan kondisi tersebut, pelatih asal Sumatera ini menerangkan jika harus mengubah strategi dengan mengalirkan bola dengan cepat agar bisa membongkar pertahanannya.
“Memang lawan pakai gaya deep defending, maka kita upayakan sirkulasi bola dengan cepat,” terangnya.
Kendati demikian, dirinya menjelaskan masih banyak evaluasi dari pertandingan kontra Kamboja.
Salah satunya ialah pemain masih banyak kesalahan passing dan memanfaatkan peluang serta lebar lapangan.
“Jadi anak-anak ada beberapa kesalahan passing dan kurang memanfaatkan lebar lapangan, baru babak kedua peluang bisa dimaksimalkan dan mencetak gol,” tuturnya.
Indra Sjafri menyampaikan, dalam menghadapi pertandingan ketiga nantinya melawan Timor Leste dirinya mengaku akan melakukan rotasi pemain.
Artikel Terkait
Nova Arianto Buka Suara Soal Diberi Pesan oleh Shin Tae-yong saat Pimpin Timnas U-16 Indonesia, Begini Pengakuannya
Timnas U-16 Indonesia Menang Telak Usai Hajar Vietnam di Perebutan Juara 3 ASEAN U-16 Boys Championship 2024, Begini Respon Media Vietnam
Sederet Prestasi Didit Hediprasetyo, Putra Prabowo Subianto yang Jadi Desainer Jersey Timnas Indonesia dalam Olimpiade Paris 2024
Sukses Curi Perhatian Usai Terlihat di Sesi Latihan Timnas Indonesia Putri, Ini Sosok Amira Dahl Pemain Diaspora Putri yang Bermain di Klub Jerman
Begini Respon Media Vietnam pada Timnas Indonesia Putri yang Mengikuti Jejak Memanggil Pemain Keturunan atau Diaspora