Ia menyebut orang tuanya rutin menanyakan keputusannya terkait tim nasional yang ingin ia bela.
“Jayden mengungkapkan bahwa hampir setiap bulan kedua orang tuanya selalu menanyakan tim nasional mana yang ingin ia bela,” tulis akun @pemainketurunan.id.
Situasi ini menunjukkan bahwa keputusan Jayden bukan perkara sederhana.
Selain menyangkut karier profesional, pilihan tersebut juga berkaitan dengan identitas dan latar belakang keluarganya.
Meski demikian, Jayden menegaskan bahwa keinginannya untuk membela Belanda masih sangat kuat.
Dalam pernyataan langsung yang dikutip dari wawancara, ia menyampaikan bahwa mengenakan seragam Oranje tetap menjadi impian terbesar dalam perjalanan kariernya.
“Masih menjadi mimpi saya untuk bermain bagi Timnas Belanda. Ibu saya berasal dari Indonesia dan ayah saya dari Suriname. Mereka hampir setiap bulan bertanya apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname, tetapi saya masih ingin bermain untuk tim nasional Belanda,” ujar Jayden.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pilihannya saat ini lebih didorong oleh ambisi profesional, bukan karena menutup diri dari negara lain.
Jayden juga menyampaikan bahwa dirinya merasa masih memiliki ruang untuk bersaing di level tertinggi bersama Timnas Belanda.
Keyakinan tersebut menjadi alasan utama mengapa ia belum mengambil langkah untuk berpindah pilihan.
“Saya merasa masih punya peluang untuk membela Belanda dan menunjukkan kemampuan saya di sana. Itu yang ingin saya perjuangkan,” katanya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Jayden ingin terlebih dahulu menguji batas kemampuannya di lingkungan sepak bola paling kompetitif sebelum mempertimbangkan opsi lain.
Sikap Jayden Oosterwolde dinilai bukanlah kasus tunggal. Sebelumnya, pemain keturunan lain seperti Pascal Struijk juga menyampaikan pandangan serupa, yakni masih memprioritaskan Timnas Belanda meski memiliki keterkaitan dengan Indonesia.
“Pernyataan Jayden ini senada dengan sikap yang disampaikan oleh Pascal Struijk beberapa waktu lalu. Keduanya sama-sama masih memprioritaskan Oranje,” tulis akun @pemainketurunan.id.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan terhadap pemain diaspora tidak selalu berujung pada keputusan instan.
Artikel Terkait
Resmi Diperkenalkan, John Herdman Siap Tangani Timnas Indonesia dan Mulai Petualangan Baru di Asia
Bersedia Dikontrak dengan Skema 2 plus 2, John Herdman Ungkap Alasan Bersedia Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Mengenal Cesar Meylan, Ilmuwan Sport Science Tangan Kanan Pelatih Timnas John Herdman yang akan Menjadi Otak Performa Skuad Garuda
Kevin Diks Menyita Perhatian Usai Moncer di Bundesliga Meski Berposisi Bek Timnas
Piala AFF 2026 Jadi Panggung Awal John Herdman, Timnas Indonesia Masuk Pot 3 dan Terancam Satu Grup Bersama Raksasa ASEAN