Kamis, 4 Juni 2026

Bersedia Dikontrak dengan Skema 2 plus 2, John Herdman Ungkap Alasan Bersedia Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30 WIB
Pelatih Timnas John Herdman  (YouTube KOMPASTV )
Pelatih Timnas John Herdman (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Pada Selasa, 13 Januari 2026, PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.

John Herdman resmi dikontrak melatih Timnas Indonesia dengan skema 2+2 atau 2 tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.

Perkenalan itu sendiri dilaksanakan di Hotel Mulia, Senayan dan dalam kesempatan itu John Herdman membeberkan alasan utamanya hingga ia bersedia menjadi pelatih kepala di Timnas.

Baca Juga: Resmi Diperkenalkan, John Herdman Siap Tangani Timnas Indonesia dan Mulai Petualangan Baru di Asia

Pelatih yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 ini membeberkan sejumlah alasan emosional dan strategis mengapa ia akhirnya memilih Skuad Garuda ketimbang menerima tawaran dari negara lain seperti Jamaika atau Honduras.

"I think my career today has been about building working with a federation that has passion, the vision to take a country to a place that's never been before," ungkap John Herdman dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Ia menyatakan bahwa ia memutuskan memilih bekerja dengan sebuah federasi yang memiliki semangat dan visi untuk membawa negara ini ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Baca Juga: Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman Dijadwalkan Datang 12 Januari, PSSI Ungkap Syarat Tinggal Tetap

Menurut Herdman, Indonesia sudah siap sebab ia menilai Timnas sudah memiliki kemampuan, memiliki laga profesional dan ia sebagai pelatih juga memiliki kemampuan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia untuk tembus Piala Dunia.

Herdman mengaku sangat terkesan dengan gairah sepak bola di Indonesia, ia menyoroti bahwa dari sekitar 280 juta penduduk, mayoritas masyarakatnya sangat mencintai sepak bola.

"Saya percaya dengan negara yang punya populasi 280 juta penduduk, di mana 90 persennya mencintai sepak bola. Mereka sangat fanatik, dan bagi saya, ini adalah tempat yang tepat untuk bekerja," ujar Herdman.

Menanggapi ekspektasi tinggi publik Indonesia, Herdman justru merasa tertantang,  baginya, tekanan dari jutaan pendukung bukanlah beban, melainkan sebuah keistimewaan (privilege).

Ia menyatakan bahwa memikul beban sebuah bangsa bisa menjadi kutukan atau berkah, dan ia memilih untuk menjadikannya energi positif.

Ia ingin mengulang kesuksesannya di Kanada, membawa negara yang sudah lama absen atau belum pernah merasakan panggung tertinggi untuk lolos ke Piala Dunia di 2030.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X