SketsaNusantara.id - Tim nasional Indonesia kembali membuat sejarah dengan melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam undian yang menempatkan mereka di Grup B, Skuad Garuda harus berhadapan dengan dua raksasa Asia, Arab Saudi dan Irak.
Meskipun secara ranking FIFA Indonesia tidak diunggulkan, optimisme tinggi justru datang dari salah satu pemain kunci, kiper Emil Audero Mulyadi.
"Bukan favorit tapi kami Ingin Cetak Sejarah, "ujar Emil dalam sebuah wawancara dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube tvOneNews.
Emil Audero Mulyadi mengakui bahwa Indonesia bukanlah tim yang diunggulkan namun kiper yang kini bermain untuk Cremonese di Serie A Italia ini sadar betul akan beratnya tantangan yang dihadapi.
Namun meskipun demikian ia melihat tantangan ini sebagai motivasi untuk mengukir sejarah.
"Kami tahu kami bukan favorit, tapi kami datang ke sini untuk berjuang," ujar Audero.
"Melawan Arab Saudi di kandang mereka sendiri jelas tidak mudah, tapi kami punya ambisi besar untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Ini akan menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia." tegasnya lagi dengan optimis.
Putaran keempat ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Indonesia, berbeda dengan babak sebelumnya, format kompetisi kali ini menggunakan sistem single round-robin di lokasi terpusat, dengan Arab Saudi dan Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah.
Indonesia sendiri akan melakoni dua laga krusial, dimulai dengan melawan tuan rumah Arab Saudi pada 8 Oktober, disusul duel melawan Irak tiga hari kemudian.
Jika mampu mengalahkan Arab Saudi pada 8 Oktober dan Irak pada 11 Oktober 2025 maka bisa dipastikan Timnas akan bisa merebut tiket langsung ke putaran final.
Arab Saudi, yang akan menjadi lawan pertama, memiliki reputasi yang mentereng di kancah sepak bola Asia dan telah beberapa kali tampil di Piala Dunia.
Hal ini menjadikan mereka tim favorit di grup ini, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pemain Timnas, terutama Audero.
Emil Audero sendiri disebut tengah berada dalam performa puncak di level klub, ia menjadi andalan di bawah mistar gawang Cremonese dan beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang.