SketsaNusantara.id - Sepak bola di Indonesia kembali diramaikan dengan kabar kurang menyenangkan dan membuat warganet kesal.
Seorang pesepak bola muda gagal menembus skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20 Madura United lantaran terkendala biaya. Pemain tersebut disebut harus membayar uang sebesar Rp15 juta untuk bisa bergabung.
Dilansir SketsaNusantara.id bahwa kisah ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun TikTok @ajikusumaa5.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Angkat Trofi Juara CFA International Futsal Tournament 2025 di China
"Sepak bola terhalang ekonomi," tulisnya sambil menyertakan tangkapan layar percakapan antara pemain muda dengan seorang pelatih.
Dalam chat itu, si pemain bertanya, "permisi coach selamat malam, emang bener coach biaya EPA Madura U20 15 juta?"
Pelatih lalu menjawab sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Namun, pemain itu akhirnya mengaku tak sanggup, "saya gaada uang segitu coach mohon maaf." Hingga akhirnya percakapan ditutup dengan keputusan bahwa dirinya mundur.
Unggahan tersebut sontak viral. Banyak netizen ikut bersuara, ada yang menyayangkan sistem biaya tersebut, ada pula yang menganggap hal itu wajar dalam industri sepak bola modern.
"Itu tournya ke arab? ampe 15jt," seorang netizen dengan akun @yoo_to00 bertanya dengan heran. Komentar tersebut mendapat lebih dari 31 ribu likes, menandakan banyak orang memiliki pandangan serupa.
Ramainya perbincangan ini membuat pihak Madura United akhirnya buka suara. Dihimpun SketsaNusantara.id dari akun Instagram resmi @infomaduraunited, manajemen memberikan klarifikasi langsung dari Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq.
Dalam pernyataannya, Zia menegaskan bahwa biaya tersebut bukan sekadar pungutan, melainkan bentuk transparansi fasilitas yang akan diterima para siswa akademi.
"Hak dan kewajiban setiap siswa Akademi Madura United sudah terjamin asuransinya. Apabila siswa mengalami cedera, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab dari klub. Selain itu, kami menyediakan sekolah sepak bola di mess yang akan dibimbing langsung oleh pelatih berwawasan luas tentang sepakbola," jelasnya.
Artikel Terkait
Gol Perdana Eliano Reijnders untuk Timnas Indonesia saat Bantai Chinese Taipei 6-0 Disambut Meriah Netizen
Sorotan Minimnya Menit Bermain dan Turunnya Performa Marselino Ferdinan saat Bela Timnas Seakan Dijawab Oxford United dengan Peminjaman ke AS Trencin
Menang Telak 5-0 atas Makau, Timnas U23 Indonesia Tetap Tuai Kritik Netizen soal Strategi Monoton
Indonesia U-23 di Ujung Tanduk! Harus Menang Lawan Korea Selatan untuk Lolos ke AFC U-23 Asian Cup 2026
Postingan Misterius Arya Mahendra Sinulingga Bikin Netizen Penasaran, Isyarat Pemain Diaspora Baru untuk Timas Indonesia?
Sorak Sorai Berubah Duka! Anggota Ultras Garuda Djalu Ariel Fristianto Wafat Saat Timnas Indonesia Hadapi Lebanon