Dilansir dari WebMD, golongan darah ini dianggap paling aman diberikan kepada siapa pun karena sel darah negatif tipe O tidak memiliki antibodi terhadap antigen A atau B sehingga dapat diterima dengan baik oleh golongan darah A, B maupun AB.
Oleh karena itu pemilik golongan darah ini dianggap istimewa karena sangat membantu terutama dalam kondisi darurat seperti kecelakaan atau operasi mendesak dan sering digunakan karena dianggap paling aman untuk transfusi.
3. Tidak Bisa Menerima Donor dari Golongan Darah Lain
Meskipun bisa mendonorkan darah kepada siapa saja, orang dengan golongan darah O- ternyata hanya dapat menerima donor dari golongan darah yang sama.
Hal ini disebabkan oleh ketiadaan antigen A, B, dan Rh pada sel darah merah mereka, sehingga jika menerima darah dari golongan lain, tubuh mereka bisa menolak darah tersebut dan menimbulkan reaksi serius.
4. Golongan Darah yang Paling Banyak Dicari
Karena langkanya golongan darah O- dan manfaatnya sebagai pendonor universal, banyak bank darah dan rumah sakit selalu membutuhkan stok darah ini.
Baca Juga: Galau Berlapis! Belum Move On dari Duka, Jennifer Coppen Sudah Kepikiran Warisan Hak Asuh Kamari
Orang dengan O- sering dianjurkan untuk mendonorkan darahnya secara rutin, karena dapat menyelamatkan banyak nyawa dalam keadaan darurat.
5. Memiliki Risiko Komplikasi Saat Kehamilan
Bagi wanita dengan golongan darah O- yang mengandung bayi dengan rhesus positif, ada risiko inkompatibilitas rhesus.
Ini terjadi ketika tubuh ibu membentuk antibodi terhadap faktor Rh bayi, yang dapat menyebabkan anemia hemolitik pada janin.
Oleh karena itu, ibu hamil dengan rhesus negatif biasanya mendapatkan suntikan Rh immunoglobulin untuk mencegah komplikasi ini.