SketsaNusantara.id - Aktor dan musisi Fedi Nuril kembali menarik perhatian publik setelah mengomentari hasil survei 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran.
Publik figur yang aktif mengkritik pemerintah itu menyoroti hasil survei yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam 100 hari pertama.
Fedi Nuril menyoroti hasil survei Litbang Kompas yang mencatat bahwa sebanyak 80,9% masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan saat ini.
Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada tanggal 4-10 Januari 2025 terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak di 38 provinsi di Indonesia.
Fedi Nuril lantas menyoroti hasil survei tersebut dan membandingkannya dengan pernyataan lawas Prabowo Subianto yang "tak percaya" dengan hasil polling.
Sebelumnya, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu tak percaya dengan hasil polling atau survei yang terbilang "hasil bayaran" untuk menguntungkan pihak tertentu.
Dalam cuitannya di media sosial X (dulu Twitter) bintang film Ayat-Ayat Cinta ini meragukan keabsahan survei politik dan mempertanyakan apakah hasil survey kepuasan kinerja 100 hari pemerintahan Prabowo Gibran juga merupakan hasil "bayaran" dari Prabowo.
"Kepada Pak @prabowo dengan menggunakan cara berpikir bapak, berarti survei (kepuasan kinerja 100 hari) ini sulit dipercaya. Apakah Bapak yang membayar survei ini?" tulis Fedi Nuril dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan akun X @realfedinuril yang diunggah pada hari Selasa, 28 Januari 2025.
Aktor yang kerap dijuluki "duta poligami" ini pun menyertakan jejak digital berupa pernyataan Prabowo yang pernah mengklaim bahwa hasil survei politik sering kali dipengaruhi oleh pihak yang membayar.
"Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia, apalagi di politik sejak tahun 2004. Jadi kalian sudah tahu kalau polling-polling kan itu terserah siapa yang bayar," ucap Prabowo dalam tangkapan layar yang diunggah Fedi Nuril.