Beberapa karya Joko, seperti A Copy of My Mind, menuai kritik karena menampilkan adegan dewasa yang dianggap terlalu vulgar.
Ia membela diri dengan menyatakan bahwa adegan-adegan tersebut relevan dengan narasi cerita dan bukan sekadar eksploitasi.
3. Perang Argumen di Media Sosial
Joko sering terlibat dalam perdebatan di Twitter, termasuk dengan warganet yang mempertanyakan pilihan artistiknya.
Baca Juga: Joko Anwar akan Rilis Film Baru, Non Horor, Netizen Bocorkan Judul Cerita
Ia terkenal tidak segan membalas komentar negatif, bahkan menantang balik kritik yang ia anggap tidak konstruktif.
4. Pemakaian Isu Sosial dalam Film
Joko juga sempat menuai kritik karena kerap mengangkat isu-isu sosial yang sensitif dalam karyanya, seperti diskriminasi gender dan kemiskinan.
Kritikus menuduhnya mengeksploitasi isu-isu tersebut demi keuntungan komersial. Namun, Joko menegaskan bahwa ia ingin memberikan suara kepada kelompok yang terpinggirkan melalui film.
5. Nekat ke Minimarket Tanpa Busana
Salah satu kontroversi paling legendaris terjadi pada 2009, ketika Joko memenuhi nazarnya di Twitter.
Ia berjanji akan masuk ke minimarket tanpa busana jika mencapai 3.000 pengikut. Dalam waktu singkat, target tercapai, dan ia benar-benar melakukannya.
Tindakan ini menuai kritik tajam, namun Joko membela dirinya dengan menyebut aksi tersebut sebagai sindiran terhadap politisi yang tak menepati janji mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!