"Visi misi saya dalam menjalankan bisnis ini wajib melakukan apapun itu sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia terutama harus memberikan manfaat baik bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Raffi.
"Jika proyek ini belum memberikan manfaat dan bahkan akan menimbulkan kerugian di masyarakat hingga berdampak pada lingkungan maka saya akan menarik diri. Saya berharap pernyataan ini bisa menjadi kejelasan soal berita yang beredar," pungkasnya.
Pernyataan ini dibuat Raffi Ahmad untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan sehingga dirinya bisa melanjutkan ibadah haji dengan ketenangan hati dan meredam permasalahan terkait proyek tersebut.
Video yang diunggah Raffi Ahmad pun mengundang beragam komentar netizen. Sejumlah warganet mengapresiasi keputusan suami Nagita Slavina tersebut untuk mundur dari proyek beach club, namun butuh adanya pengawasan lebih lanjut dari masyarakat.
"Alhamdulillah akhirnya mendapat respon dari Aa' Raffi, respect! tanggapannya cepat dan keputusan yang diambil tepat, terima kasih tetap menyempatkan diri berikan pernyaataan yang keren begini," komentar akun @mutiarapr19.
"Membuat petisi untuk gagalkan proyek beach club Gunungkidul adalah tindakan yang tepat sehingga dinotice tapi meskipun Raffi Ahmad sudah menarik diri project ini, perlu diingat, mungkin ada pihak-pihak lain (investor) yang tetap lanjut sehingga tetap butuh bantuan masyarakat semuanya dalam mengawasi untuk memastikan project tersebut benar-benar sudah dihentikan," imbuh akun @nunik_daily.
Sebelumnya, Zainal Arifin Mochtar yang merupakan pakar hukum tata negara melalui akun Instagram @zainalarifinmochtar menyampaikan kegelisahannya dan menyebut rencana pembangunan proyek beach club Gunungkidul ini belum ada Analisi Dampak Lingkungan atau AMDAL.
"Kata WALHI, proyek beach club Gunungkidul ini belum ada AMDAL-nya, dan juga bakal menabrak Permen ESDM No 17/2012," tulisnya di instagram story @zainalarifinmochtar yang diunggah pada hari Senin, 10 Juni 2024 lalu.
Menurut Zainal, pembangunan beach club Gunungkidul juga akan berdampak pada kekeringan akibat krisis air, kerusakan karst hingga banjir dan tanah longsor.
Proyek beach club Gunungkidul mendapat penolakan lantaran di wilayah Pantai Krakal tersebut terdapat sungai serta mata air bawah tanah yang menjadi cadangan air bagi warga sekitarnya.***