"Awalnya dikira sakitnya cuma maag. Begitu ke dokter, ternyata dokter bilang ada stroke, akhirnya disarankan opname di rumah sakit," ujar Zainal Arifin ketika ditemui awak media di rumah duka yang berada di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat.
"Semalam saya masih di sini sudah terganggu pernapasannya. Saya datang, keluarga, anak-anaknya juga ikut kumpul ngaji bareng, akhirnya saya tinggal pulang. Tapi, tadi pagi saya selesai salat Subuh, dikasih tahu kalo Bapak sudah meninggal," tuturnya.
Diding Boneng memang diketahui memiliki sejumlah masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Ia dikabarkan sempat menjalani perawatan intensif karena penyakit asma yang dideritanya sempat kambuh pada bulan Januari 2026 lalu.
Zainal menyebut menyebut asma Diding kambuh karena dipicu kelelahan fisik dan banyaknya debu di sekitar rumah yang sedang direnovasi.
"Kalau sakitnya asma itu memang dari masa muda udah ada, genetik kayanya karena Bapak saya dulu juga (ada riwayat penyakit) asma," ujar Zainal Arifin, adik Diding Boneng.
Tak hanya itu, dokter juga mengungkap riwayat penyakit Diding Boneng yang cukup kompleks termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi) dan mengalami stroke bahkan didiagnosa ada gangguan jantung.
"Hasil diagnosa awal menyebutkan ada maag, gangguan jantung, dan asma. Setelah diperiksa dokter katanya ada hipertensi. Sudah nggak bisa ngomong juga, kelu lidahnya karena stroke," ucap Zainal.
Meski kondisi kesehatannya terus menurun, semangat Diding Boneng untuk tetap berkarya tidak pernah padam. Terakhir kali ia berperan dalam film "KKN di Desa Penari" pada tahun 2022 yang mendulang sukses besar dan tampil di sekuel film "Badarawuhi" pada tahun 2024 lalu.
Di usianya yang tak lagi muda, Diding sempat berharap bisa kembali mengambil job syuting, namun tak bisa menjalani aktivitasnya karena riwayat penyakit asma yang dideritanya.
Meski belum memungkinkan kembali ke lokasi syuting karena kondisi kesehatannya, Diding Boneng tetap aktif berbagi pengalaman dan mengajar akting di sanggar kesenian hingga berkumpul dengan komunitas teater.
Kepergian Diding Boneng menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai komedian sekaligus aktor senior yang sukses menghibur masyarakat selama puluhan tahun melalui film komedi yang dibintanginya.
Kini, kenangan akan dedikasi dan semangatnya dalam berkarya menjadi warisan yang akan terus diingat oleh keluarga, sahabat, serta para pencinta dunia hiburan Tanah Air.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini