Konten yang dibagikan juga sebagian besar menunjukkan interview Ebem dengan nama-nama besar termasuk para pengusaha ternama di tanah air.
Sosoknya kini menjadi perbincangan publik usai membagikan konten yang direkam tanpa izin menggunakan hidden cam atau kamera tersembunyi dari smart glasses yang dikenakannya.
Saat membuat konten, Ebem mengenakan smart glasses warna hitam yang terpasang kamera tersembunyi di bingkai kacamata. Ia merekam seorang petugas booth (usher atau SPG) di ajang pameran otomotif GIIAS secara diam-diam tanpa izin.
Kreator tersebut mendekati usher di GIIAS dengan dalih bertanya soal produk, lalu berlanjut menanyakan identitas pribadi tanpa memberi tahu bahwa ia sedang merekam menggunakan kamera di kacamata pintar.
Rekaman tersebut kemudian diunggah ke media sosial dengan narasi "cara deketin cewek" untuk memberikan tips pada publik soal cara PDKT atau berkenalan dengan wanita yang ditaksir.
Namun, Korban merasa risi dan keberatan karena dijadikan objek konten tanpa persetujuan, yang kemudian memicu kecaman luas dari warganet serta kreator lain terkait etika privasi penggunaan smart glasses.
Setelah ramai mendapat hujatan dan kritik, Ebem akhirnya memberikan klarifikasi. Melalui akun Threads miliknya, Bryan menyampaikan permintaan maaf yang merasa terganggu, terutama pada usher dalam video yang diunggahnya.
"Belakangan ini beredar pernyataan saya di media sosisal terkait konten yang saya buat dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi sejumlah pihak," tulisnya melalui akun Threads @ebemartono.
"Dengan segala kerendahan hati, saya Bryan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa tersinggung, dirugikan, atau kurang berkenan atas perkataan maupun sikap saya dalam konten tersebut," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bryan menjelaskan bahwa konten yang dibuatnya tidak bermaksud menyinggung pihak lain. Ia mengungkap niatannya mengunggah konten tersebut untuk memberikan motivasi pada publik.
Dalam tangkapan layar chat dengan Usher GIIAS, Bryan juga mengaku sudah menjelaskan soal pembuatan konten setelah merekam video. Namun, ia menyadari tindakannya salah karena merekam dan mengunggah tanpa ada persetujuan sebelumnya.
"Sejak awal tujuan saya membuat konten adalah untuk berbagi semangat, mengedukasi, dan menginspirasi orang lain agar berani menghadapi rasa takut serta membangun kepercayaan diri," ujar Bryan dalam unggahannya.
"Namun, saya menyadari niat baik tetap harus disampaikan dengan cara yang baik, santun dan penuh pertimbangan," lanjutnya.