showbiz

Mengenang Nasirun: Perjalanan Hidup Sang Maestro Seni yang Karyanya Mendunia, Kini Telah Berpulang di Usia 60 Tahun

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Potret Nasirun, maestro seni lukis kontemporer yang telah berpulang di usia 60 tahun (Instagram/jogjanationalmuseum)

Perjalanan Nasirun untuk menjadi seniman terpandang tidak diperoleh secara instan. Di masa-masa awalnya, ia gigih membentuk karakter dan identitas visualnya sendiri.

Gaya lukis Nasirun sangat khas, ekspresif, berani dalam sapuan warna, namun kaya akan ornamen kearifan lokal. Ia secara mahir memadukan simbol-simbol wayang, mitologi Jawa, dan spiritualitas ke dalam narasi sosial modern.

Baca Juga: Mengenal Raden Saleh yang Lukisannya Muncul di MV Jin BTS, Seniman Arab-Jawa yang Dijuluki ‘Sang Pelukis Raja’

Tidak hanya melukis di atas kanvas besar, ia juga menggunakan media kayu, mengukir kaligrafi, tasawuf hingga cerita rakyat menjadi karya-kerya yang berbicara tentang identitas, kekuasaan dan kemanusiaan yang menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Sepanjang hidupnya, Nasirun menghasilkan ratusan karya, di antaranya yang paling dikenal adalah Jailangkung (2014), Ibu Pertiwi (2015), Sultan Seni Rupa (2014) dan Arjuna Memanah (2013).

Melalui karyanya tersebut, Nasirun konsisten memadukan unsur spiritualitas, mitologi, pewayangan, dan tradisi budaya Jawa hadir dalam bentuk seni rupa kontemporer yang menggambarkan dinamika sosial-politik di Indonesia.

Baca Juga: Pameran Tunggal Pelukis Yos Suprapto di Galeri Nasional Ditunda, Gara-Gara Lukisan Jokowi? Netizen: Darurat Demokrasi

Nasirun menggelar pameran seni sejak masih kuliah hingga meraih penghargaan Sketsa dan Seni Lukis Terbaik ISI Yogyakarta. Karyanya juga mendapat pengakuan dari Phillip Morris Awards pada tahun 1997.

Pada tahun 2015, Nasirun pernah diundang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam program bertajuk "Belajar Bersama Maestro" untuk membagikan pengalaman  serta bimbingannya kepada anak-anak muda yang tertarik pada kesenian.

Selain melukis, Nasirun adalah seorang kolektor seni yang tekun. Ia merawat dan menyelamatkan banyak karya seni tradisi serta karya seniman lain di studionya di Bantul.

Baca Juga: Mengenal Sosok Achmad Supandi, Sang Begawan Lukis dari Rambipuji Jember

Nasrudian juga dikenal sangat dermawan dan selalu membuka pintu bagi seniman-seniman muda yang butuh arahan atau sekadar tempat bertukar pikiran.

Nasrudian sempat dijuluki 'seniman gorengan' yang diberikan karena kepribadiannya yang sangat rendah hati. Di tengah ketenaran karyanya di galeri-galeri internasional, Nasirun masih tetap menggelar karya seni di beberapa tempat.

Kepergian Nasirun meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia seni rupa Indonesia. Kerabat dekat menceritakan almarhum sebelum berpulang yang sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya setelah mengalami sesak napas, masalah asam lambung, dan pneumonia.

Baca Juga: Perjuangan Vidi Aldiano 6 Tahun Lawan Kanker Ginjal: Operasi-Pengobatan ke Singapura saat Pandemi, Rutin Spa Day hingga Putuskan Hiatus Sebelum Wafat

Halaman:

Tags

Terkini