"Maaf bang Aldi Taher, kamu nggak nyambung banget kali ini. Kan Nadhif itu speak up supaya nggak digangguin lagi. Banyak komentar nggak pantas menyerang dia, lama-lama meresahkan juga. Jadi nggak boleh dinormalisasi kasih komen menjijikan kaya gitu," komentar salah seorang warganet.
"Lagian juga si Nadhif nggak ada kerjaan apa ngurusin omongan netizen? Masalahnya dia itu digangguin sampai ketakutan. Jadi kalau sarannya suruh nikah, kayaknya nggak nyambung," tulis warganet lainnya.
Bahkan ada pula yang mengaitkan saran tersebut dengan kehidupan pribadi sang artis. Beberapa netizen menyinggung perjalanan rumah tangga Aldi Taher yang sebelumnya pernah berakhir dengan perceraian.
"Dapat saran untuk cepat menikah dari orang yang pernikahannya gagal. Lagian nggak gampang buat nikah, bro. Keburu-buru juga nggak baik. Nggak segampang itu pilih pasangan, kalo ujung-ujungnya cerai buat apa nikah," komentar seorang pengguna media sosial.
Meski menuai pro dan kontra, saran Aldi Taher juga menuai respon positif dari beberapa warganet yang dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama lelaki.
Sementara itu, Nadhif Basalamah juga belum memberikan respons terhadap saran yang disampaikan Aldi. Fokus perhatian publik masih tertuju pada pesan utama yang sebelumnya disampaikan sang penyanyi, untuk mengajak masyarakat agar tidak menormalisasi komentar maupun tindakan yang mengandung unsur pelecehan seksual di media sosial.
Salah satu suara datang dari Sadam Permana, influencer yang vokal menyuarakan kasus kekerasan seksual itu menyoroti curhatan Nadhif Basalamah yang menunjukkan bahwa semua orang, bisa menjadi korban pelecehan.
"Nadhif Basalamah jadi korban pelecehan seksual setelah menerima komentar tak pantas di platform X maupun TikTok dan pelakunya bahkan kebanyakan laki-laki. Ini adalah tindakan pelecehan yang sangat bejat," ujarnya melalui unggahan di Instagram @sadampermana.w.
"Semua orang bisa menjadi korban, jadi tolong jangan menormalisasikan kebiasaan seperti ini. Melontarkan komentar yang mengobjektifikasi seseorang termasuk tindakan kekerasan seksual dan ada konsekuensi secara hukum," tegasnya.
Perdebatan yang muncul setelah saran dari Aldi Taher pun memperlihatkan beragam sudut pandang publik dalam menanggapi isu pelecehan di ruang digital.
Di satu sisi, ada yang melihat saran tersebut sebagai bentuk perhatian. Namun di sisi lain, banyak pula yang menilai persoalan pelecehan seksual membutuhkan penyelesaian yang lebih mendasar daripada sekadar mengabaikan komentar atau mengubah status kehidupan pribadi seseorang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini