SketsaNusantara.id – Curahan hati penyanyi Nadhif Basalamah mengenai pelecehan seksual yang dialaminya di media sosial masih menjadi perbincangan hangat publik.
Setelah mengaku menerima banyak komentar bernada seksual hingga membuatnya gemetar saat menuliskan pengalamannya, pelantun lagu "Penjaga Hati" itu mendapat gelombang simpati dari publik.
Namun di sisi lain, muncul pula kritik dari sebagian warganet yang mengaitkan pengalaman tersebut dengan sikap Nadhif terhadap komunitas LGBT.
Nadhif sebelumnya mengungkapkan keresahannya karena sudah tidak sanggup lagi menerima komentar tak pantas dan bernada pelecehan yang terus berdatangan di beberapa unggahan TikTok mengenai dirinya.
Musisi berusia 26 tahun itu merasa tertekan, bahkan lebih memilih untuk meninggalkan panggung musik yang membesarkan namanya, apabila pelecehan semacam itu terus dianggap sebagai hal yang wajar.
"Aku nggak tahu apakah benar untuk bersuara dan aku gemetar saat mengetik ini, tapi jumlah pelecehan yang aku terima secara online di sini di X dan TikTok sudah nggak tertahankan. Kalau kalian bilang ini konsekuensi dari jadi figur publik, aku lebih baik berhenti," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @nadhifbasalamah pada hari Sabtu, 27 Juni 2026.
Dalam unggahannya, Nadhif juga membagikan sejumlah tangkapan layar komentar berkonotasi negatif yang mengobjektifikasi dirinya. Mirisnya, sebagian besar komentar tak pantas itu justru berasal dari sesama laki-laki.
Curhatan tersebut menuai beragam respons. Sebagian besar memberikan dukungan, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa komentar-komentar seperti itu merupakan konsekuensi yang diterima Nadhif sebagai publik figur.
"Ini adalah sisi negatif dari pekerjaan public figure. Memang nggak fair, tapi faktanya emang begini. Ketika ada di posisi public figure mereka juga menjadi image sehingga ucapan dan perbuatannya ikut memunculkan imajinasi untuk orang lain," komentar salah satu warganet.
Menanggapi komentar tersebut, Nadhif menegaskan bahwa pelecehan seksual tidak seharusnya dinormalisasi dalam kondisi apa pun.
Baca Juga: Hotman Paris Soroti Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak DPR Sahkan UU Hukuman Mati
"Kalau kalian bilang ini konsekuensi dari jadi figur publik, aku lebih baik berhenti. Jujur, aku nggak tahu harus ngomong apa," ujarnya.
"Makasih masukannya, tapi nggak boleh dinormalisasi perilaku apa pun yang mengarah ke orientasi seksual. Saya mau kasih tahu ke semua teman-teman di X untuk nggak sexualize orang sembarangan," tandasnya.