SketsaNusantara.id - Di tengah proses perceraian yang masih berlangsung, Wardatina Mawa mengambil keputusan penting terkait masa depannya dan sang anak. Ia mengaku tidak ingin lagi menggantungkan kebutuhan hidup kepada suaminya, Insanul Fahmi.
Pernyataan tersebut muncul saat rumah tangga keduanya tengah menjadi perhatian publik. Proses perceraian mereka saat ini masih bergulir di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan.
Di tengah situasi tersebut, Wardatina Mawa memilih tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku lebih nyaman mengandalkan usahanya sendiri dibanding menaruh harapan besar pada nafkah dari suami.
Nama Wardatina Mawa sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai tuntutan nafkah anak sebesar Rp25 juta per bulan dalam gugatan perceraian. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul nominal yang ramai diperbincangkan tersebut.
"Aku enggak tahu ya itu (nominal Rp25 juta) tahunya dari siapa sebenarnya. Cuma ya sudah, apa pun itu enggak apa-apa sih. Aku sih enggak berharap banyak ya. Jadi aku yang penting lebih pengin berjuang sendiri saja," ujar Wardatina Mawa.
Menurut Wardatina, fokus utamanya saat ini adalah memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi. Karena itu, ia memilih untuk tetap produktif dan bekerja.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini tidak pernah menuntut nominal tertentu kepada sang suami. Bahkan, ia mengaku tidak lagi rutin memantau rekening untuk mengetahui apakah ada kiriman nafkah atau tidak.
Wardatina menjelaskan bahwa dirinya berusaha menjalani proses perceraian dengan tenang. Ia tidak ingin memperbesar persoalan yang sedang dihadapi, termasuk terkait urusan nafkah.
Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyinggung soal kelancaran pemberian nafkah selama proses perceraian berlangsung. Saat ditanya mengenai hal tersebut, jawabannya mengisyaratkan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berjalan mulus.
Meski demikian, Wardatina tidak memberikan penjelasan rinci mengenai jumlah maupun frekuensi pemberian nafkah yang diterimanya selama ini.
Ia hanya mengungkapkan bahwa nominal yang diterima menurutnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak. Namun, ia memilih untuk menyikapi kondisi tersebut dengan bijak.
"Ya alhamdulillah ada. Aku enggak mau menjelek-jelekkan, cuma ya alhamdulillah lah, banyak disyukuri saja," tuturnya.