Ia menambahkan, pembahasan mengenai permintaan maaf dinilai tidak akan menghasilkan solusi konkret apabila persoalan utama belum terselesaikan. Menurutnya, diskusi mengenai hal-hal lain hanya akan membuat konflik berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang jelas.
"Jadi jangan minta maaf tapi tetap nggak diberikan anak-anaknya untuk bertemu dengan berbagai macam cara ya percuma, kan gitu kan percuma kita ini akhirnya jadi muter-muter aja ini, kan begitu," tegasnya.
Pernyataan kuasa hukum tersebut memperjelas posisi Ruben Onsu dalam konflik yang tengah berlangsung. Pihaknya menilai bahwa akar persoalan bukanlah masalah komunikasi atau permintaan maaf, melainkan pelaksanaan hak untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak sebagaimana telah diatur dalam kesepakatan pascaperceraian.
Hingga kini, perhatian publik masih tertuju pada perkembangan hubungan Ruben dan Sarwendah. Meski demikian, pihak Ruben berharap penyelesaian persoalan dapat difokuskan pada kepentingan anak dan pelaksanaan hak pengasuhan yang telah disepakati bersama, sehingga hubungan antara orang tua dan anak tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika pasca perceraian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!