SketsaNusantara.id - Momen wisuda menjadi salah satu pencapaian penting dalam kehidupan seseorang. Hal itu juga dirasakan oleh pesepak bola nasional Pratama Arhan yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Namun, bukan sekadar kelulusan yang menjadi sorotan publik. Pidato yang disampaikan Arhan saat prosesi wisuda justru menyita perhatian karena sarat emosi dan menyentuh hati banyak orang.
Dalam pidatonya, Arhan mengenang sosok ayahnya yang telah meninggal dunia. Ia mengungkapkan bahwa semasa hidup, sang ayah pernah menanyakan kapan dirinya akan lulus dan diwisuda sebagai sarjana.
Momen tersebut menjadi sangat berarti bagi Arhan. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa kini dirinya telah berhasil menuntaskan pendidikan S1 dan menjawab pertanyaan yang dulu pernah disampaikan ayahnya.
“Dulu almarhum bapak saya pernah bertanya, kapan wisudanya. Hari ini saya bisa menjawab, saya sudah lulus menjadi sarjana,” ucap Arhan dengan penuh haru.
Ucapan itu disertai jeda napas panjang yang menggambarkan perasaan emosional yang mendalam. Suasana di lokasi wisuda pun seketika berubah menjadi haru. Sang ibu yang hadir langsung di tempat tampak tak kuasa menahan air mata saat mendengar pidato tersebut.
Baca Juga: Pratama Arhan Raih Ijazah Berbasis Blockchain, Benarkah Berawal dari Tudingan Ijazah Palsu Jokowi?
Beberapa orang di sekitarnya terlihat berusaha menenangkan dengan mengusap pundaknya. Momen itu pun terekam dan kemudian viral di media sosial, mengundang simpati dari banyak warganet.
Selain kisah harunya, Arhan juga mencatatkan pencapaian lain yang cukup menarik. Ia menjadi salah satu lulusan yang menerima ijazah berbasis blockchain, sebuah teknologi digital yang mulai diterapkan untuk menjamin keaslian dokumen akademik.
Penggunaan teknologi blockchain pada ijazah dinilai mampu meminimalisir risiko pemalsuan dokumen serta memberikan sistem verifikasi yang lebih transparan. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Arhan sendiri diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Udinus, program studi Manajemen angkatan 2020. Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, ia tetap mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
Ke depan, Arhan tidak berhenti sampai di jenjang S1. Ia mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan studi ke tingkat magister dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi di kampus yang sama.