showbiz

Daehoon Geram Anak Dijadikan Bahan Candaan Jule dan Safrie, Publik Ingatkan Dampak Psikologis, Serukan Cancel Culture untuk Publik Figur Problematik

Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB
Potret Na Daehoon yang tak kuasa menahan amarah dan kekecewaan karena ketiga anaknya dijadikan Jule bersama selingkuhannya (Instagram @daehoon_na)

Psikolog juga menegaskan bahwa menjadikan anak, terutama yang masih balita, sebagai bahan candaan atau stigma negatif merupakan tindakan berbahaya.

Lingkungan sekitar, khususnya orang dewasa, seharusnya memberikan perlindungan, bukan justru menambah beban psikologis bagi anak.

Candaan yang tidak pantas dalam konteks ini tanpa disadari bisa menimbulkan stigma negatif dan bisa memicu tindakan perundungan terhadap anak.

Dalam situasi seperti ini, peran orang tua menjadi sangat krusial. Anak-anak membutuhkan pendampingan yang konsisten, komunikasi terbuka, dan jaminan bahwa mereka tetap dicintai, meskipun orang tua mereka tidak lagi bersama.

Baca Juga: Tak Tahan Skandal Perselingkuhan, Daehoon Gugat Cerai Jule dan Tuntut Hak Asuh Anak

Konflik rumah tangga seharusnya tidak melibatkan anak dan ruang privasi tidak diumbar ke ruang publik, apalagi dijadikan konsumsi hiburan. Satu kesalahan orang dewasa bisa meninggalkan luka panjang yang harus ditanggung anak hingga dewasa.

Kasus yang melibatkan Na Daehoon, Jule, dan Safrie ini menjadi pengingat bahwa dampak dari konflik orang tua tidak berhenti pada perceraian semata.

Ketika anak turut dilibatkan, apalagi dijadikan becandaan yang tidak pantas, risikonya jauh lebih besar dari sekadar kontroversi di media sosial.

Di tengah sorotan publik dan seruan cancel culture, hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah perlindungan terhadap anak. Karena pada akhirnya, merekalah yang paling rentan menanggung luka dari keputusan orang dewasa.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini