SketsaNusantara.id - Kehidupan rumah tangga Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah kembali menjadi sorotan. Kali ini, Atta mengungkap cerita awal pernikahan mereka. Pengakuan tersebut membuka sisi lain dari kehidupan pasangan publik ini.
Pernikahan yang berlangsung pada 2021 itu tidak langsung berjalan mulus. Atta menyebut ada proses penyesuaian yang harus dilalui bersama. Kondisi tersebut terjadi di masa-masa awal setelah resmi menjadi suami istri.
Dalam keterangannya pada 28 April 2026, Atta menjelaskan bahwa perbedaan menjadi faktor utama. Ia menyebut kebiasaan masing-masing harus diselaraskan.
“Sebenarnya, itu cerita lama ya. Biasa kan proses adaptasi di awal pernikahan. Apalagi, aku sama Aurel itu punya kebiasaan masing-masing yang harus disesuaikan setelah menikah,” ujarnya.
Perbedaan tersebut tidak hanya soal kebiasaan sehari-hari. Atta juga menyebut adanya perbedaan sifat dan cara berpikir. Bahkan, latar belakang budaya turut memengaruhi dinamika hubungan mereka.
Dalam proses tersebut, cekcok sempat terjadi. Atta tidak menampik bahwa hal itu menjadi bagian dari perjalanan mereka. Perselisihan disebutnya sebagai hal yang tidak terhindarkan di awal pernikahan.
Salah satu momen yang diungkap Atta adalah ketika Aurel ingin pulang. Kejadian itu terjadi saat keduanya sedang menyesuaikan diri. Situasi tersebut sempat menjadi titik penting dalam hubungan mereka.
“Dulu, waktu masih single kan tak biasa diomelin. Eh, setelah menikah kok malah diomelin. Jadinya, aku berontak. Istri syok dan bilang mau pulang ke rumah orangtuanya. Jadi bukan minta cerai ya. Aurel hanya pengin pulang saja,” ujarnya.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa situasi itu bukan terkait perpisahan. Atta menyebut hal tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi. Ia juga menegaskan bahwa dinamika tersebut terjadi di awal pernikahan.
Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka mulai mengalami perubahan. Atta mengaku mulai memahami karakter Aurel. Hal yang sama juga terjadi dari sisi Aurel terhadap dirinya.
Proses tersebut membuat keduanya lebih memahami satu sama lain. Mereka mulai menyesuaikan cara berkomunikasi. Perbedaan yang ada perlahan bisa dikelola dengan lebih baik.
Atta menyebut bahwa perselisihan kini tidak lagi dipandang negatif. Ia melihatnya sebagai bagian dari pembelajaran dalam rumah tangga. Proses tersebut menjadi bagian dari pendewasaan hubungan mereka.