Seorang seniman yang mengambil pendidikan lanjutan kelak akan menciptakan karya inovatif yang dapat diakui secara global.
“Dengan pendidikan lanjutan tersebut, kamu dapat menjadi ahli yang mampu menciptakan karya inovatif sekaligus memberikan kontribusi intelektual bagi perkembangan seni dan budaya secara global,” imbuhnya.
Pada akhir masa kuliah, mahasiswa jurusan seni akan diminta untuk menciptakan sebuah karya yang akan menentukan kelulusan.
“Di Fakultas Seni ada jurusan Pengkajian dan Penciptaan sehingga kamu akan punya karya akhir yang unik dan bermakna,” ungkapnya.
Zee Zee menyelesaikan perkuliahan ini dengan meraih predikat Cumlaude (Pujian). Sehingga kini ia memiliki nama Dr. Fauziah Shahab, SH., M.Sn.
“Pengkajian: Disertasi riset dengan novelty yang akan menghasilkan wawasan baru dalam dunia seni,” ujarnya.
Zee Zee mengangkat tema budaya Betawi yang berfokus pada ‘Ngebuleng’ yaitu seni tutur tradisional Betawi.
“Penciptaan: Karya seni nyata plus disertasi yang mengungkap proses dan konsep kreatif di baliknya,” katanya.
Pada akhirnya, seseorang yang telah lulus kuliah S3 seni diharapkan dapat menciptakan seniman yang inovatif dan menginspirasi.
“Dua jalur namun satu tujuan yaitu mencetak seniman dan pemikir inovatif yang siap menginspirasi,” lanjutnya.
Tidak hanya menjadi seniman, peluang kerja bagi lulusan seni juga terbuka lebar seperti profesi dosen dan praktisi seni.
“Mau jadi dosen? Boleh banget, mau jadi praktisi seni? Keren banget!” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!