Film ini menawarkan kejutan segar sehingga penonton tidak hanya disuguhi tawa dan ketegangan, tetapi juga dapat mengenang sosok Babe Cabita melalui peran terakhirnya di layar lebar.
"Kami ingin menampilkan bahwa di balik keriuhan komedi, ada potret jujur bagaimana 'cuan' atau uang ini bisa mengubah perilaku manusia sampai berurusan sama dunia gaib," ujar produser Robby Hilman.
5. Sempat Ganti Judul yang Awalnya Dikenal dengan 'Djoerig Salawe'
Fakta menarik lainnya, film "Setannya Cuan" sebelumnya dikenal dengan judul Djoerig Salawe yang berari setan dua puluh lima dalam bahasa Sunda.
"Tadinya judulnya Djurig Salawe, diangkat dari urban legend dan filmnya pakai latar Sunda. Sekarang diganti judulnya jadi Setannya Cuan supaya lebih relate dan istilah cuan ini kedengarannya lebih kekinian," kata Aming.
Pergantian judul dilakukan seiring perkembangan zaman agar film ini terdengar lebih akrab di telinga masyarakat dan diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda.
Judul "Setannya Cuan" juga dinilai lebih relevan dan langsung menggambarkan tema utama film yang menggambarkan obsesi terhadap uang dan dampak buruk yang mengikutinya.
Itulah sejumlah fakta menarik film "Setannya Cuan". Radepa Studio selaku pihak produksi film ini berharap masyarakat bisa mengambil pesan moral agar tidak tergiur dengan janji kekayaan instan dan menghindari praktik judol yang membawa dampak buruk di masa depan.
Resmi diluncurkan pada 23 Januari 2026, film Setannya Cuan rencananya akan dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 5 Maret 2026.
Dengan kisah yang relevan, deretan pemain ternama, serta pesan moral yang disampaikannya, film ini akan menjadi karya terakhir Babe Cabita yang meninggalkan kesan mendalam dan menambah semarak warna-warni perfilman Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini