Anak-anak Pandji juga tak luput jadi korban perundungan di media sosial. Ia bahkan dituding menistakan agama gegara bercandaannya yang menyangkut konteks ibadah sholat.
Meski demikian, Gibran Rakabuming Raka sendiri justru menanggapi polemik ini dengan sangat santai.
Saat dimintai tanggapan, putra sulung Presiden Joko Widodo itu menegaskan bahwa kritik adalah hal yang wajar dalam demokrasi.
"Gak usah lapor-lapor, kritik dan evaluasi itu biasa," ujar Gibran singkat.
Sikap santai Gibran ini membuat banyak pihak menilai bahwa polemik Mens Rea seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.
Bagi sebagian publik, apa yang disampaikan Pandji di atas panggung tetaplah bagian dari seni komedi satir yang memang sering menyentil tokoh publik.
Terlepas dari pro dan kontra yang terus bergulir, fenomena ini menunjukkan bahwa ruang kebebasan berekspresi di Indonesia masih menjadi perdebatan panjang, terutama ketika humor bersinggungan dengan politik.
Terlepas dari polemik Mens Rea, parodi dari Tretan Muslim dan Coki Pardede membuktikan bahwa polemik komedi "Mens Rea" bisa diredakan dengan cara sederhana dan ditanggapi dengan tawa untuk meredam situasi tanpa menimbulkan kegaduhan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!