showbiz

Apa itu Katarsis? Ini Makna Istilah yang Ditekankan Mi'ing Bagito di Tengah Polemik Pandji yang Dipolisikan Gegara Materi Stand Up Comedy Mens Rea

Rabu, 14 Januari 2026 | 09:00 WIB
Potret Mi'ing Bagito menaggapi polemik Pandji Pragiwaksono yang dipolisikan imbas materi Stand up comedy Mens Rea (Instagram/miingbagito)

 

SketsaNusantara.id — Polemik seputar pertunjukan stand up comedy Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono terus menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Di tengah laporan polisi dan pro-kontra publik, dukungan juga datang dari sesama pelaku dunia lawak, termasuk komedian senior sekaligus politikus, Tubagus Dedi S. Gumelar atau yang lebih dikenal sebagai Miing Bagito.

Mi'ing menyampaikan apresiasinya terhadap Pandji yang dinilai berhasil menghadirkan komedi sebagai medium ekspresi sosial yang kuat.

Menurutnya, capaian Pandji mampu mengumpulkan sekitar 10 ribu penonton dengan harga tiket yang tidak murah merupakan bukti bahwa masyarakat merasa terwakili oleh apa yang disampaikan sang komika di panggung Mens Rea.

Baca Juga: Waduh! Pandji Kembali Dilaporkan ke Polisi Gegara Singgung soal Salat, Habib Rizieq Sebut Materi Stand Up Comedy Mens Rea Termasuk Penistaan Agama

"Dalam sejarah dunia lawak Indonesia, kita harus apresiasi pada Pandji yang mampu mengumpulkan 10 ribu orang penonton dengan tiket rata-rata di atas satu juta rupiah. Ini menunjukkan ada keresahan masyarakat yang menemukan salurannya lewat komedi,” kata Mi'ing, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @prophetical_voice pada hari Selasa, 13 Januari 2026.

Politisi dari Partai Gelora Indonesia membandingkan situasi tersebut dengan dunia politik dan aksi demonstrasi.

Menurutnya, untuk mengumpulkan ribuan orang, partai politik atau penyelenggara aksi harus mengeluarkan biaya besar.

Sementara dalam pertunjukan Pandji, ribuan orang datang secara sukarela, bahkan rela membayar mahal, demi menyaksikan komedi yang menyuarakan keresahan mereka.

Baca Juga: Tanggapi Polemik Mens Rea, Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Pandji Tak Bisa Dipidanakan

"Mungkin yang nonton sebelumnya pernah ikut demo di Senayan, pasti mereka keluar duit untuk ongkos dan konsumi, tapi mereka masih sukarela bayar tiket," tuturnya.

"Artinya apa? Ini bukan sekedar cari hiburan, lucu-lucuan. Mereka tetap punya keberanian untuk datang, menitipkan aspirasi mereka yang dititipkan di panggung besar dalam bentuk komedi," ujarnya.

Mi'ing kemudian menempatkan komedi sebagai sesuatu yang lebih dalam dari sekadar hiburan. Ia menyebut humor sebagai "ventilasi" bagi masyarakat yang hidup di tengah tekanan sosial, ekonomi, dan politik.

Menurutnya, komedi menjadi sebuah angin segar sehingga akal sehat tetap "waras" di tengah tantangan hidup yang kian pelik, terlebih di tengah kondisi carut marut Indonesia karena kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini