Secara historis, ketegangan AS dengan Venezuela memang telah berlangsung lama. Hubungan keduanya memburuk sejak era Hugo Chavez, memuncak setelah Washington menolak mengakui Maduro sebagai presiden sah sejak 2019.
AS menuduhnya melakukan kecurangan pemilu, korupsi, hingga keterlibatan jaringan narkotika. Krisis ekonomi Venezuela juga semakin memperburuk legitimasi politiknya di mata dunia.
Penangkapan Maduro sendiri memicu reaksi beragam. Sebagian kelompok merayakannya sebagai harapan baru bagi rakyat Venezuela yang telah lama bergulat dengan kemiskinan, hiperinflasi, dan keruntuhan ekonomi.
Namun, sebagian besar negara menilai langkah AS terlalu jauh. Langkah semacam itu dapat membuka preseden berbahaya dalam hubungan internasional, terutama jika mengabaikan prinsip kedaulatan negara dan jalur diplomasi.
Indonesia juga mengajak semua pihak untuk melakukan de-eskalasi dan dialog, menekankan bahwa setiap bentuk ancaman atau penggunaan kekuatan akan berpotensi memperkeruh konflik dan melemahkan komitmen untuk menjaga perdamaian global.
Dunia kini menanti, apakah Amerika benar-benar membawa transisi demokrasi, atau justru membuka babak baru konflik global yang lebih rumit.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini