showbiz

Pilu, Irfan Hakim Ceritakan Pohon di Aviary Miliknya Diambil dari Hutan yang Sudah Hilang, Singgung 'Dosa Besar' yang Bikin Alam Murka

Kamis, 11 Desember 2025 | 07:30 WIB
Irfan Hakin tunjukkan pohon nasi-nasi dalam aviary miliknya yang diselamatkan dari hutan sebelum berubah jadi perkebunan sawit (YouTube deHakims Channel)

SketsaNusantara.id - Isu kerusakan lingkungan masih santer jadi sorotan tajam publik. Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) hingga Sumatera Barat (Sumbar), banyak pesohor tanah air ikut menyuarakan kepedulian terhadap perusakan hutan yang terjadi secara masif di Indonesia.

Salah satu artis yang ikut menyoroti isu kerusakan alam adalah Irfan Hakim. Presenter sekaligus pecinta hewan itu bahkan memiliki Aviary deHakims, kawasan buatan yang dirancang menyerupai habitat alami burung lengkap dengan pepohonan besar dan berbagai jenis tumbuhan.

Namun, terdapat cerita memilukan saat Irfan membangun Aviary miliknya. Ia mengaku pernah mengambil pepohonan dari hutan yang ternyata kini sudah hilang.

Baca Juga: Laju Deforestasi di Indonesia 24 Tahun Terakhir, 1 Juta Hektar Hutan Hilang di 2016, Terbanyak di Kalimantan

"Jadi ketika proses Aviari dibuat, gue tuh sampai keluar masuk hutan untuk menentukan pohon apa saja yang akan ditempatkan di sini, salah satunya gue ke Bangka Belitung," ujar Irfan dikutip SketsaNusantara.id dari vlog bersama Melanie Subono yang diunggah di kanal YouTube dehakims Channel pada hari Selasa, 9 Desember 2025.

Kala itu, Irfan jatuh cinta pada pohon nasi-nasi, yang dianggap sangat cocok untuk habitat Aviary. Pohon tersebut dipindahkan ke dalam aviary yang dibuat Irfan Hakim karena memiliki ranting yang pas untuk tempat bertengger burung.

Baca Juga: Takjub! Irfan Hakim Bahagia Lihat Burung Peliharannya Tenang Menyambut Ustad Adi Hidayat Saat Berkunjung ke Aviary, Bikin Merinding Gegara Ini

Ayah 4 anak itu mengaku sakit hati karena satu bulan kemudian ia mengetahui hutan habitat asli pohon tersebut ternyata sudah berubah jadi perkebunan sawit.

"Pas gue masuk ke hutan, kayak jatuh cinta gitu sama pohon ini, terus gue izin dan boleh diangkut buat aviary. Eh, sebulan kemudian gue ke sana, hutannya hilang, udah jadi sawit semua," ungkapnya.

Meski sedih dan marah, Irfan bersyukur karena pohon tersebut berhasil diselamatkan. 

Ia menyayangkan lahan hutan yang seketika dialihfungsikan jadi perkebunan sawit, padahal pohon yang ada di dalamnya menjadi tempat tinggal bagi satwa liar sekaligus menjaga kelangsungan hidup manusia di masa depan.

Baca Juga: Kembali Kritik Pemerintah, Fedi Nuril Minta Prabowo Tindak Tegas Pelaku Perusakan Hutan di Taman Nasional Tesso Nilo

"Jadi dia itu kayak kayak minta tolong. Ngerti enggak sih? Kayak pohon ini mau bilang, 'bawa gue dong, please selametin gue' gitu loh, kalo burung bisa terbang atau harimau bisa lari, tapi dia kan nggak bisa menyelamatkan diri," ucapnya.

"Pas saat itu gue ke sana lagi dan udah tahu jadi perkebunan sawit gue mangkel lah ya, pedih dan marah banget. Makanya pas pas balik kesini gue bilang ke pohon ini, 'alhamdulillah, nak kamu selamat' gitu," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini