SketsaNusantara.id - Jerome Polin menyoroti rendahnya nilai Matematika (MTK) dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
YouTuber lulusan Universitas Waseda Jepang itu menanggapi perkataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang menyebut nilai TKA MTK jeblok diduga karena ada kekeliruanan dalam cara guru mengajar.
Mendikdasmen mengungkapkan penyebab buruknya nilai matematika TKA, bukan karena siswa bodoh, melainkan ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi proses belajar.
"Ada banyak faktor kan, bukan karena muridnya bodoh, tapi mungkin cara kita mengajarkannya jadi anggapannya materi ini sangat sulit," ujar Abdul Mu'ti dalam Musyawarah Nasional Ikapi pada hari Rabu, 19 November 2025.
"Apalagi kalau bukunya tidak mendorong mereka untuk belajar (Matematika), ya nanti akan kita lihat secara keseluruhan," imbuhnya.
Perkataan Mendikdasmen ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial, hingga mendapat sorotan tajam dari Jerome Polin.
Pendiri Mantappu Academy itu menilai buruknya hasil TKA bukan sepenuhnya kesalahan guru, melainkan persoalan sistem pendidikan secara secara keseluruhan.
"Kalau nilai matematikanya yang jelek cuma 1 mungkin ada masalah pemahaman dari siswanya itu sendiri. Kalo satu kelas atau satu sekolah semua nilainya jelek, berarti itu salah gurunya," ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @jeromepolin pada hari Kamis, 27 November 2025.
"Tapi, kalau secara keseluruhan (tidak hanya satu sekolah) itu nilainya jeblok semua, ya berarti itu salah sistem," tandasnya.
Berdasarkan pengamatannya selama ini, Jerome Polin memperhatikan bahwa sebagian besar siswa-siswi SMA kurang memiliki pemahaman dasar matematika yang kuat.
"Sejak mendirikan Mantappu Academy aku udah perhatikan murid-murid aku di kelas dan mereka itu punya masalah yang serupa, yaitu skill dasar Matematikanya itu nggak kuat," tuturnya.