showbiz

Fiersa Besari Tanggapi Tren Joget di Gunung, Soroti Etika dan Fenomena Viral di Media Sosial

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Potret Fiersa Besari saat mendaki gunung. (Instagram/fiersabesari)

Fiersa kemudian menyoroti pihak lain yang menurutnya turut berperan dalam memperkeruh suasana yaitu akun-akun media sosial yang kerap mengunggah dan memviralkan hal-hal semacam ini demi mendapatkan perhatian.

“Bagi saya sendiri, yang menjadi masalah adalah akun-akun ‘berita’ gunung yang upload dan memviralkan hal-hal seperti ini,” tulisnya dengan nada tegas.

Ia menilai bahwa kebiasaan memperbesar isu seperti ini justru menciptakan perdebatan tidak produktif di antara para pecinta alam. Alih-alih membahas hal yang benar-benar penting, masyarakat malah sibuk berdebat soal hal-hal sepele.

“Membuat perdebatan di antara masyarakat perihal apa yang sebenarnya tidak perlu. Ngomongin hal-hal yang nggak harus diomongin supaya akunnya makin rame,” tambahnya.

Dalam bagian akhir unggahannya, Fiersa juga melontarkan kritik keras kepada warganet yang terlalu mudah menghakimi atau menjadikan isu seperti ini bahan untuk menyerang orang lain di media sosial.

“Padahal lebih banyak hal krusial yang harus diselesaikan. Perihal sampah, perbaikan peraturan untuk meminimalisir kecelakaan, edukasi cagar alam, misalkan,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan dan keselamatan pendaki seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengomentari perilaku orang lain yang sedang viral.

“Bubar lah. Percuma naik gunung kalau ujungnya jempolmu cuma dipakai julid,” tutupnya.

Sebagai seorang pendaki gunung yang telah lama dikenal dekat dengan alam, Fiersa tampak memahami betul nilai-nilai yang harus dijaga ketika berada di gunung. Namun, ia juga menyadari bahwa setiap pendaki memiliki latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda.

Pesan Fiersa sebenarnya tidak menolak kebebasan berekspresi, melainkan mengingatkan agar kebebasan tersebut dijalankan dengan mempertimbangkan etika dan menghormati kearifan lokal, terutama ketika berada di tempat sakral seperti gunung yang memiliki nilai spiritual bagi sebagian masyarakat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini