Ia berdalih, kata-kata itu hanya sebagai teguran, bukan niat untuk bercerai dan ia merasa masalah komunikasi ini seharusnya bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus berujung di pengadilan.
Ia bahkan menyampaikan kerinduannya pada istri dan ketiga anaknya, serta berharap bisa kembali rujuk di saat pengadilan agama sudah menjadwalkan sidang perdana telah dijadwalkan pada 22 September 2025 dengan agenda mediasi.
Untuk itu pihak Eza masih berharap bisa menemukan jalan keluar dan mempertahankan rumah tangganya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!