“Pak Ferry udah mapan banget. Jadi pengangguran sekarang juga bisa menghidupi keluarga. Kenapa masih melakukan semua ini?” tanyanya kepada Ferry.
“Saya cuma penasaran, saya akan mati di mana,” jawab Ferry singkat sebagaimana yang ditulis Fiersa.
Menurut Fiersa, jawaban itu sederhana, tetapi menggambarkan betapa Ferry sudah siap menghadapi segala konsekuensi perjuangannya.
Meski mengaku banyak terinspirasi, Fiersa menegaskan bahwa publik tidak seharusnya mengglorifikasi Ferry Irwandi sebagai sosok pahlawan.
“Saya tahu, kita tidak boleh mengglorifikasi Ferry Irwandi sebagai sosok pahlawan. Tapi semoga kita terinspirasi untuk terus bergerak memakai hati nurani dibarengi pikiran yang kritis,” tulisnya dalam penutup unggahan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!