SketsaNusantara.id – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh dokter sekaligus aktivis dan pelari amatir, dr. Tirta Mandira Hudhi. Ia sukses menorehkan prestasi pribadi dalam ajang Maybank Marathon 2025, kategori half marathon (21,1 km) yang digelar di Gianyar, Bali, pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Dalam race ketiganya ini, dr. Tirta mencatatkan waktu 1 jam 54 menit sebagai hasil resmi, sekaligus personal best yang membanggakan.
Catatan tersebut menjadi bukti nyata bagaimana konsistensi latihan dan ketekunan bisa berbuah manis, bahkan bagi seseorang dengan jadwal padat seperti dirinya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram pribadinya @dr.tirta, dr. Tirta mengungkapkan rasa syukur sekaligus cerita perjuangannya mencapai catatan tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari dedikasi, latihan keras, serta dukungan pelatih dan keluarga.
“Jujur aku bersyukur ke Allah SWT atas kengototanku dan dikaruniai kekuatan yang bisa menembus target. Secara official HM tuh 21,1 km, aku di 1 jam 52, ya tapi kita manut, kita 1 jam 54. Jujur tuh melebihi target dan ini hadiah buat pelatihku Mas Latif yang selalu percaya,” ungkap dr. Tirta.
Baca Juga: Apakah Makan Kulit Ayam Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Jawaban dr. Tirta!
Dalam keterangannya, dr. Tirta juga mengingatkan kembali momen pahit yang sempat ia alami empat bulan sebelumnya. Saat itu, ia harus menerima kenyataan gagal menyelesaikan lomba (DNF) di salah satu event lari di Jakarta.
“Mungkin kalian ingat bahwa 4 bulan yang lalu di salah satu event di Jakarta aku DNF-kan spool. Aku pure diketawain, aku tau banyak orang tuh ketawain aku, tapi aku tahan-tahan. Dan Mas Latif saat itu memotivasi luar biasa, dia yakin aku bisa bounce back,” ucap dr. Tirta.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa cibiran dan keraguan orang lain justru ia jadikan sebagai energi untuk terus melangkah dan membuktikan diri.
Momen finish kali ini menjadi sangat emosional. Dr. Tirta mengaku hampir meneteskan air mata ketika mencapai garis akhir.
“Tadi pada waktu finish aku momennya lumayan terharu sampai aku duduk di kasur medis. Itu duduk doang mau nangis, tapi aku tahan-tahan karena malu. Karena perjuangannya sangat keras,” tutur dr. Tirta.
Menurutnya, catatan waktu 1 jam 54 menit mungkin dianggap biasa oleh para atlet profesional, namun di tengah padatnya aktivitas yang ia jalani, hasil tersebut terasa sangat istimewa.