Tuduhan tersebut bermula ketika Arnold menggunakan tulang belakang manusia untuk tas hasil karya desainnya pada tahun 2016 lalu. Ia juga pernah menuai kontrooversi karena membeli tangan manusia asli yang diberi secara legal dari Brasil.
Arnold juga termasuk selebgram yang berani tampil beda. Ia kerap mengunjungi suku-suku di daerah pedalaman Indonesia maupun dari berbagai negara.
Postingannya yang nyentrik sering bikin salfok hingga pernah dituding mengeksploitasi budaya suku pedalaman.
Kini, nama Arnold kembali ramai dibicarakan publik setelah beredar kabar bahwa ia ditahan Junta militer di Myanmar.
Berdasarkan keterangan dalam pres rilis Kemenlu RI, diketahui Arnold Putra ditangkap oleh otoritas Myanmar pada 20 Desember 2024.
Selebgram yang kerap memasuki daerah beresiko ini arena diduga mendukung aktivitas kelompok oposisi bersenjata yang ingin mengguliingkan rezim di Myanmar.
Arnold diduga melakukan pertemuan dengan kelompok bersenjata yang dianggap sebagai organisasi terlarang oleh junta militer di negara tersebut.
Tuduhan ini diperkuat oleh unggahan Stories di akun Instagram @arnoldputra, yang menunjukkan dirinya berfoto bersama sejumlah orang berseragam militer yang bersenjata laras panjang.
Unggahan tersebut menjadi sorotan karena dianggap sebagai bukti keterlibatannya dengan kelompok oposisi.
"AP dituduh memasuki wilayah Myanmar secara ilegal dan kemudian melakukan pertemuan dengan kelompok bersenjata yang dikategorikan sebagai organisasi terlarang di Myanmar," kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dari Kemenlu RI, pada hari Selasa, 1 Juli 2025.
Setelah penangkapan, akun Instagramnya tidak aktif lagi yang memicu spekulasi lebih lanjut di kalangan warganet.