SketsaNusantara.id - Zaskia Adya Mecca bagikan refleksi pengalamannya diblokir di Kairo, Mesir, bersama 9 aktivis Indonesia saat hendak bergabung dengan konvoi Global March to Gaza pada 15 Juni 2025 kemarin.
Global March to Gaza adalah gerakan konvoi internasional yang dipelopori berbagai relawan dari seluruh dunia untuk menghentikan blokade Israel terhadap Gaza, Palestina.
Aksi tersebut rencananya akan dilaksanakan oleh ribuan peserta yang terdiri dari relawan, aktivis, jurnalis, dan lain-lain yang berjalan kaki menuju perbatasan Rafah dari Mesir mulai tanggal 15–19 Juni 2025.
Sayangnya, aksi ini dibatalkan untuk saat ini demi menjamin keselamatan para partisipan konvoi. Mengutip Instagram @globalmarchtogaza, aktivitas tersebut dianggap bertolak belakang dengan posisi pemerintah Mesir saat ini.
Sebelumnya, banyak aktivis yang memang sudah diblokir dan dipulangkan ke rumah masing-masing oleh otoritas Mesir saat tiba di negeri tersebut, termasuk Zaskia dan 9 aktivis Indonesia lainnya.
Akan tetapi, Zaskia meyakinkan semua orang bahwa kondisi mereka baik-baik saja lewat akun Instagram @zaskiadyamecca.
Selain itu, Zaskia juga membagikan pengalaman mereka diawasi ketat oleh para aparat Kairo secara detail. Namun, Zaskia mengaku dia tidak menyalahkan pihak Mesir atas keputusan yang mereka buat.
Menurut Zaskia, dia takut terbawa ego dan emosi hingga lupa tujuan dari perjalanan ini sebenarnya.
Zaskia dan 9 aktivis Indonesia lain termasuk Ratna Galih dan Wanda Hamidah mengikuti konvoi tersebut semata-mata demi tujuan kemanusiaan.
“Karena setelah diingat kembali, perjalanan ini bukan soal diriku, bukan untuk mencari panggung, tapi untuk menunjukan solidaritas kemanusiaan, berkumpul dengan perwakilan seluruh dunia, berharap saudara kita di Gaza mendengar berita ini. Ada ribuan orang bergerak untuk mereka,” tulisnya dikutip oleh SketsaNusantara.id dari postingan Instagram @zaskiadyamecca yang diunggah pada tanggal 16 Juni 2025.