SketsaNusantara.id - Rombongan aktivis termasuk publik figur seperti Zaskia Adya Mecca, Ratna Galih dan Wanda Hamidah akhirnya memutuskan untuk kembali pulang ke tanah air.
Sebelumnya rombongan ini megikuti aksi damai Global March to Gaza, untuk mendesak dibukanya akses bantuan kemanusiaan, menghentikan agresi Israel, menarik pasukan dari Gaza, dan mengakhiri pendudukan di Palestina.
Namun, aksi ini menghadapi kendala bertubi-tubi. Zaskia A. Mecca menyebut rombongannya sempat digrebek polisi, bahkan beberapa orang dari negara lain yang mengikuti gerakan Global March to Gaza dideportasi.
Ototritas Mesir menyebut beberapa aktivis yang mengikuti aksi ini tidak memiliki izin resmi untuk menuju wilayah perbatasan.
Terlebih saat ini dalam kondisi sensitif di tengah konflik Israel dan Palestina, sehingga Mesir memberlakukan pemeriksaan ketat demi mengutamakan keamanan nasional.
Rombongan Zaskia Adya Mecca juga sempat diperiksa ketat oleh pihak imigrasi dan sempat dikepung bak 'tahanan' selama di Kairo, Mesir. Meski begitu, kondisi mereka tetap aman.
Baca Juga: Zaskia Adya Ungkap Perasaannya Putuskan Berangkat ke Global March to Gaza: Saya Malu
Namun, rombongan aktivis dari Indonesia ini seolah "terkunci" dan kesulitan untuk bergerak apalagi di Mesir sudah disiagakan banyak penjagaan polisi.
Beberapa hari harus diawasi polisi, rombongan aktivis ini akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan, mengingat aksi ini cukup beresiko di tengah situasi konflik di Gaza.
"Pernyataan resmi perwakilan Indonesia di Global March to Gaza. Demi keselamatan, Tim Indonesia memutuskan untuk pulang, nakun perjuangan kami belum usai dan akan terus berlanjut dari tanah air," begitulah pengumuman yang tertulis dari perwakilan aktivis Indonesia sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @kitabisa pada hari Selasa, 17 Juni 2025.
Dalam pernyataan tertulis, 10 wakil Indonesia yang berangkat sejak hari Kamis, 12 Juni 2025 disebutkan bahwa mereka hanya bisa melanjutkan perjuangan sampai di Kota Kairo.