Laskar Pelangi memang sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa dan sudah diterbitkan di berbagai negara.
Sementara itu, kisah para tokoh di Laskar Pelangi merupakan refleksi dari kehidupan Andrea Hirata sendiri.
Sama seperti Ikal, ia menghabiskan masa kecilnya di Desa Gantung, Pulau Belitung, lepas pantai timur Sumatra.
Dulu Andrea Hirata juga menghadapi pantangan-pantangan hidup berupa keterbatasan ekonomi. Namun hal itu tidak memadamkan semangatnya dalam mengejar pendidikan setinggi-tingginya.
Sebab itulah, tetralogi Laskar Pelangi mampu menyentuh hati banyak orang dan menanamkan keberanian untuk bermimpi di hati para pembaca. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!